Siswa SMP 1 Turi Sleman Tewas Terseret Sungai Sempor Bertambah, Total 6 Orang

INews.id, · Jum'at 21 Februari 2020 23:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 510 2172388 siswa-smp-1-turi-sleman-tewas-terseret-sungai-sempor-bertambah-total-6-orang-r4DzabfXkV.jpg Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Mencari Temannya yang Hilang saat Susur Sungai Sempor, Sleman (foto: Istimewa)

SLEMAN – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan, siswa SMPN 1 Turi yang menjadi korban meninggal dunia akibat terseret arus Sungai Sempor di Dukuh Donokerto, Sleman bertambah. Total kini menjadi enam orang.

Joko menjelaskan, siswa yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan air tersebut, yakni Sofia Aulia, Arisma, Nur Azizah, dan Latifa.

Baca Juga: Ganjar Sampaikan Duka atas Tragedi Siswa SMPN 1 Turi Sleman 

"Sedangkan dua korban meninggal lainnya saat ini masih belum teridentifikasi," kata Joko, Jumat (21/2/2020).

Menurut dia, saat ini BPBD Kabupaten Sleman telah mendirikan pos komando di lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan warga setempat.

Insiden tersebut bermula saat 250 murid SMP Negeri 1 Turi melakukan kegiatan Pramuka dengan menyusuri Sungai Sempor yang berada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Ketika melakukan penyusuran tersebut, arus air tiba-tiba deras dan volume air meningkat akibat kiriman dari hulu sungai.

Kepala Dukuh, Donokerto, Tartono kejadian siswa hanyut ini sekitar pukul 14.00 WIB. Warga baru mengetahui kejadian itu sekitar pukul 14.30 WIB setelah salah satu warga menyiarkan melalui speaker TOA masjid.

“Begitu mendengar informasi itu, warga langsung ke sungai untuk mencari siswa,” tuturnya.

Dia menuturkan, saat kejadian, kondisi air Sungai Sempor sebenarnya kecil. Di lokasi kejadian juga hanya hujan gerimis. Namun ada kiriman banjir dari utara yang diduga menyeret para siswa.

Baca Juga: Sejumlah Siswa SMPN 1 Turi Tenggelam saat Susur Sungai, Warga: Tiba-Tiba Ada Air 

“Kalau dalamnya paling satu sampai satu setengah meter, kalau tidak banjir paling setengah meter,” ujarnya.

Tartono memastikan kejadian ini murni dari pihak sekolah. Meski warga di lokasi memiliki tim outbound yang dipakai oleh sekolah untuk pramuka dan susur sungai.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini