JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly memaparkan hasil temuan dari tim gabungan, terkait polemik informasi keberadaan tersangka korupsi eks caleg PDI Perjuangan, Harun Masiku saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Menurut dia, terdapat kelalaian dari vendor yang lupa menyinkronkan antara komputer di setiap counter, dengan server lokal yang berada di Bandara Soekarno-Hatta. Alhasil, data Harun Masiku tidak tercatat dalam data yang dimiliki pihak Imigrasi.
"Tetapi pada waktu Desember terjadi pelatihan-pelatihan staf-staf Keimigrasian, oleh trainer-trainer vendor untuk perbaikan sistem di Terminal 2F, upgrading sistem di 2F, di Terminal III sudah selesai. Dan kemudian ternyata memang data Harun Masiku itu diterima masuk tetapi di PC, di counter PC di data di sini. Dari PC ke server lokal tidak ter-connect," ujar Yasonna saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (24/2/2020).
Baca juga: Polri Akui Belum Dapat Info Lokasi Persembunyian Harun Masiku
Politisi PDIP itu menegaskan, bahwa kelalain informasi soal Harun Masiku merupakan kejadian yang memalukan. Sehingga, ia pun akan meminta pertanggungjawaban dari pihak vendor tersebut.