Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siswa SMPN 1 Turi Dapat Trauma Healing, Mayoritas Merasa Cemas, Takut dan Sedih

krjogja.com , Jurnalis-Senin, 24 Februari 2020 |15:42 WIB
Siswa SMPN 1 Turi Dapat <i>Trauma Healing</i>, Mayoritas Merasa Cemas, Takut dan Sedih
Ilustrasi
A
A
A

SLEMAN – Siswa kelas 7 dan 8 SMPN 1 Turi mulai menjalani trauma healing, Senin (24/2/2020). Enam orang masih mendapatkan perlakuan khusus lantaran membutuhkan penanganan intensif secara psikologis.

Siti Urbayatun, Ketua Ikatan Psikologi Klinis Indonesia Wilayah DIY mengungkap pihaknya akan terus melakukan pendampingan selama satu minggu kedepan untuk memastikan kestabilan sisi emosional para siswa.

Menurut dia, saat ini masih ada korban yang mengalami ketidakstabilan emosi diantaranya merasa marah, sedih dan cemas.

“Dilihat dari psikis ada rasa cemas, sedih dan marah. Ada gejala sifatnya fisik, sifatnya mual. Makanya kita kerjasama dengan tim medis. Gejala perilaku seperti teriak dan histeris. Kami akan terus lakukan pendampingan standby selama 1 minggu kedepan, baik dari relawan dan psikolog, terus akan memonitor kondisi psikologis siswa dan keluarga,” ungkapnya pada wartawan.

Baca Juga: DPR Nilai Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Terjadi karena Ada Unsur Kecerobohan

Sementara itu Pembina Pramuka SMPN 1 Turi, IYA (36) warga Caturharjo Sleman, Sabtu 22 Februari sekitar pukul 23.23 dimasukkan dalam sel tahanan Satreskrim Polres Sleman. Penahanan dilakukan setelah IYA selesai menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka.

Penyidik saat ini tengah mengumpulkan bukti dan saksi untuk menentukan apakah akan ada tersangka lain dalam tragedi susur Sungai Sempor yang berujung meninggalnya 10 siswi SMPN 1 Turi tersebut.

Baca Juga: Kronologi Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Terseret Arus saat Susur Sungai Sempor

Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto menjelaskan, penyidik masih mengembangkan kasus yang menjerat salah satu pembina Pramuka sekaligus guru olahraga SMPN 1 Turi berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tersebut.

“Semalam tersangka sudah ditahan. Baru ada satu tersangka, namun penyidikan masih kita kembangkan terus karena untuk menetapkan tersangka harus ada alat bukti,” jelas Wakapolda saat jumpa pers di RS Bhayangkara.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement