nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Terseret Arus saat Susur Sungai Sempor

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 16:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 22 510 2172585 kronologi-ratusan-siswa-smpn-1-turi-terseret-arus-saat-susur-sungai-sempor-nZQcPx49ew.jpg Sejumlah siswa berusaha mencari temannya yang terseret arus Sungai Sempor. (Foto: Istimewa)

SLEMAN – Sebanyak 9 siswa SMPN 1 Turi Sleman meninggal dunia, sementara 1 lainnya masih belum terindentifikasi, akibat terseret arus Sungai Sempor di Dukuh Donokerto, Sleman. Kronologi kejadian diceritakan oleh seorang siswa selamat, Ahmad Bakir.

Ahmad mengungkapkan, banjir di Sungai Sempor terjadi cukup cepat, saat siswa sedang melakukan kegiatan susur sungai yang berlokasi di Donokerto Turi, Sleman, pada Jumat 21 Februari 2020.

“Tiba-tiba saat susur sungai itu air datang deras dari utara, saya saat itu posisi di pinggir mau ke jalan naik gitu. Langsung saya suruh semuanya naik, ada banyak teman-teman perempuan, saya beri jalan gitu untuk naik. Tapi masih ada sebagian yang menetap di situ (sungai),” kata Bakir ketika ditemui wartawan di SMPN 1 Turi.

Siswa Kelas 8C SMPN 1 Turi itu mengaku, melihat beberapa siswa hanyut terbawa arus sungai yang tiba-tiba deras. Ia juga melihat dua siswa berhasil diselamatkan oleh beberapa siswa lainnya.

“Ada yang hanyut, tapi saya dan beberapa teman lain sempat menolong. Dua yang hanyut itu bisa ditolong, selamat. Kejadian tadi sekitar pukul 15.00 WIB, tadi mulai kegiatan jam 13.30 WIB,” ucapnya.

Tim pencari korban susur sungai di Turi. (Foto: Twitter Pusdalops_Diy)

Kegiatan susur sungai dalam kegiatan Pramuka tersebut menurut Bakir dibagi dalam dua regu per kelas. Kelas 8 dibagi per kelas masing-masing, begitu juga dengan kelas 7.

“Susur sungai itu per kelas, kan dibagi dua regu itu di bawah DP (Dewan Penggalang) itu, dia di bawah Pembina. Berdasarkan kelas, jadi ada cewek dan cowoknya ikut dalam susur sungai itu. Saya tidak tahu siapa yang meninggal tapi katanya siswa kelas 1 (7), untuk kelas 8 baru isu saya belum tahu pastinya,” urainya.

Baca juga: Susur Sungai Berujung Maut, Polisi Periksa Guru & Pembina Pramuka SMPN 1 Turi

Terkait kejadian ini, Riyanto salah satu guru SMPN 1 Turi sekaligus pembina pramuka menjelaskan, para siswa berangkat sekira pukul 13.15 WIB. Kemudian pada pukul 15.00 WIB terjadi peristiwa nahas itu.

"Saya ikut pembina pramuka, tapi tidak ikut ke susur sungai, karena hujan saya nunggu di sekolah. Sebelum anak-anak pulang, saya juga tidak pulang," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini