SLEMAN - Kegiatan susur sungai SMPN 1 Turi yang sampai menimbulkan korban jiwa mengundang keprihatinan banyak pihak. Evaluasi menyeluruh mutlak dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang termasuk dari segi kegiatan Pramuka.
Sekretaris Komisi A DPRD DIY Retno Sudiyanti meminta, pembina Pramuka harus memiliki kompetensi di bidang kebencanaan. Termasuk kemampuan dan pengetahuan tentang lingkungan.
Menurutnya, Pramuka merupakan kegiatan positif yang mampu membentuk karakter dan kemandirian. Namun, jangan lantas disertai kegiatan yang cenderung berisiko. Bahkan sampai menghilangkan nyawa.
“Apalagi ini susur sungai yang umumnya dilakukan orang dewasa yang terlatih dan ahli. Seperti pecinta alam, penelitian dan yang lain. Artinya, kegiatan seperti itu belum waktunya dilakukan oleh anak-anak maupun remaja,” ujar Retno Sudiyanti saat melayat ke rumah salah satu korban seperti dikutip dari Krjogja Senin (24/2/2020).
Baca Juga: Kronologi Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Terseret Arus saat Susur Sungai Sempor