FORTALEZA - Pihak berwenang di Brasil mengatakan 147 orang telah terbunuh di Negara Bagian Ceará, dalam lima hari pertama sejak pemogokan polisi militer. Tingkat pembunuhan itu lima kali lebih tinggi dari biasanya, meskipun pasukan ditempatkan untuk berpatroli di jalan-jalan.
Kekerasan telah menyebabkan pembatalan perayaan karnaval di beberapa kota pada puncak masa liburan musim panas, demikian diwartakan BBC, Selasa (25/2/2020).
BACA JUGA: Mengerikan! Polisi Mogok, Geng Kriminal Kuasai dan Obrak-abrik Kota
Polisi militer Brasil memulai pemogokan mereka pada 19 Februari 2020, menuntut kenaikan gaji.
Berdasarkan undang-undang Brasil, petugas polisi dilarang melakukan pemogokan, dan pekan lalu pengadilan di Ceará memutuskan bahwa mereka yang menentang larangan tersebut dapat menghadapi hukuman penjara.
Lebih dari 200 petugas polisi yang mogok telah diskors dalam beberapa hari terakhir.
Pada Senin, 24 Februari 2020, Menteri Pertahanan Fernando Azevedo e Silva dan Menteri Kehakiman Sergio Moro tiba di Ibu Kota Ceará, Fortaleza untuk memantau respons militer terhadap krisis penegakan hukum.