Lebih lanjut, Imam mengatakan, bahwa selama ini dirinya kerap memperkenalkan para staf maupun asisten pribadinya. Sehingga, bila ada orang dekatnya yang meminta sejumlah uang yang mengatasnamakan dirinya agar ditolak atau pun dilaporkan kepada dirinya.
"Dalam forum rapat pasti saya kenalkan satu-persatu termasuk siapa saja dan pasti saya katakan, bilamana ada seorang pun mengaku atas nama saya meminta sesuatu maka tolak dan langsung laporkan kepada saya. Dan sejauh itu tidak pernah ada laporan ke saya siapapun," tutur Imam.
Sebelumnya, eks Kabiro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora RI, Bambang Tri Joko mengatakan bahwa asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum pernah meminta dana tambahan untuk biaya operasional kunker.
Biaya tambahan itu, menurut Bambang, memotong dari anggaran Satlak Prima sebesar Rp 50-75 juta.
"Saudara tahu nggak berapa anggaran Satlak Prima yang diambil untuk kunker terdakwa?" tanya jaksa KPK Ronald ke Bambang.