nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolda Papua Sayangkan Aksi Main Hakim Sendiri yang Tewaskan Sopir Truk

Edy Siswanto, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 10:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 27 340 2174829 kapolda-papua-sayangkan-aksi-main-hakim-sendiri-yang-tewaskan-sopir-truk-bDTrVVcYlH.jpg Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (foto: Okezone/Edy Siswanto)

JAYAPURA - Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw mengaku prihatin atas kasus tindakan main hakim sendiri yang menewaskan sopir truk dijalan trans Papua bernama Yus Yunus, pada Minggu 23 Februari 2020. Peristiwa itu tepatnya berada di Kabupaten Dogiyai.

Kasus kekerasan yang kemudian viral di media sosial ini, terjadi saat aparat kepolisian setempat mencoba melindungi korban, yang dituding menabrak seorang pengendara dan seekor babi hingga tak bernyawa.

Baca Juga: Keroyok Jaksa di Klub Malam, Pengusaha Ini Diamankan Polisi 

"Saya cukup menyesalkan juga, prihatin, saya dapat informasi bahwa korban itu dicurigai melakukan tabrak lari terhadap korban yang meninggal itu, tapi ternyata bukan dia," kata Paulus, Kamis (27/2/2020).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Dia menegaskan, saat ini pihak kepolisian telah menurunkan tim untuk mengklarifikasi fakta yang terjadi. "Tim sudah kita turunkan, kita coba klarifikasi tentang fakta sesungguhnya dari kejadian itu. Apabila itu bukan maka saya fikir para pelaku tetap harus di proses hukum," kata dia.

Kapolda Papua itu juga mengakui jika jajarannya kurang maksimal melindungi korban kerena situasinya memanas. "Ini juga sudah dalam pengawasan perlindungan kepolisian, harusnya mereka mampu melindungi korban. Tapi oke itu situasional, nanti kita akan cek semua," ucap Paulus .

"Kemudian, saya bayangkan kalau anggota itu melakukan tindakan tegas kepada masyarakat pasti ada korban, kalau mau kuat-kuatan," sambungnya.

Baca Juga: Keroyok Siswa SMK di Gowa, 5 Pelaku Ditangkap 

Mantan Kapolda Sumut ini juga menyesalkan sikap tidak menghormati aparat penegak hukum yang hadir di lokasi untuk menyelesaian persoalan.

"Saya berharap ke depannya, apabila sudah dalam perlindungan kepolisian, tolong masyarakat harus pahami, jangan terus memaksa kehendak. Mereka harusnya menghormati dan menghargai kami, anggota sudah ada dilapangan datang dari jauh-jauh untuk menangani permasalah ini, tapi begini, sekali lagi saya prihatin atas masalah ini, karena ini salah alamat, dugaan saya itu salah alamat,"ucapnya.

Video keributan berdurasi 2.08 menit ini viral lantaran nampak aksi pemukulan brutal dilakukan masyarakat terhadap Yus Yunus, yang diketahui berprofesi sebagai sopir truk asal Polewali Mandar Sulawesi Barat. Korban meregang nyawa saat kejadian tersebut.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini