nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hiu Tutul Terdampar Berkali-kali di Pesisir Kulonprogo

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 17:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 27 510 2175122 hiu-tutul-terdampar-berkali-kali-di-pesisir-kulonprogo-vvs3BzOz5F.JPG Ikan Hiu Tutul/Rhincodon Typus (Foto: BKSDA DIY)

KULONPROGO – Warga Kulonprogo, DIY dalam beberapa hari ini dikejutkan oleh kemunculan ikan hiu paus atau hiu tutul yang terdampar di pesisir selatan Kulonprogo. Namun, ikan dengan bahasa latin Rhincodon Typus ini telah kembali ke tengah lautan.

“Saat terdampar itu tidak lama dan bisa kembali ke laut,” jelas Koordinator Sarlinmas Wilayah V, Samsudin, Kamis (27/2/2020).

Ikan yang dikenal dengan naga lintang atau geger lintang ini muncul pertama kali pada hari Minggu lalu. Ikan ini terdampar di pantai tepat di selatan Bandara YIA. Saat itu, sejumlah nelayan sempat mengabadikan ikan ini, sebelum akhirnya kembali ke laut.

Selang dua hari ikan ini kembali muncul di Pantai Garongan, Panjatan. Namun saat terdampar tidak lama, dan sudah kembali ke laut. Pagi tadi ikan ini kembali muncul di Pantai Glagah, meski tidak sampai ke pinggir.

“Mungkin ikannya sama. Kalau panjangnya sekitar tiga meter,” tandas Samsudin.

Ikan tersebut selama ini memakan plankton dan ikan-ikan kecil. Sangat dimungkinkan saat mencari makan, ia tersesat dan tidak bisa kembali ke laut lepas. Hempasan ombak yang besar menjadikan ikan ini terawa arus ke tepi. Beruntung banyak palung yang bisa dipakai untuk bertahan sebelum kembali ke laut.

Ikan ini juga dikenal jinak, dan kerap mendekati perahu nelayan. Namun oleh nelayan dibiarkan saja, karena mereka tahu ikan jenis tersebut langka dan dilindungi. “Mungkin terbawa gelombang karena cuaca,” ujarnya.

Sementara, seorang warga Glagah, Kusmiran mengatakan, ikan ini kerap terdampar di Pantai Glagah dalam kondisi mati. Namun dalam beberapa hari ini, ikan itu justru masih hidup. Bahkan ada pemancing yang sempat mendokumentasikan ikan tersebut sebelum kembali ke tengah laut.

“Biasanya kalau terdampar sudah mati. Tetapi ini masih hidup,” kata Kusmiran.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA DIY, Untung Suripto berujar bahwa ikan hiu paus itu termasuk ikan yang dilindungi, jika masyarakat melihat ikan ini terdampar dan hidup, maka dia mengimbau agar ikan tersebut diupayakan bisa kembali laut lepas.

“Populasinya terus menurun, banyak melakukan penangkapan,” ucap Untung.

BKSDA menduga, ikan ini terdampar karena faktor cuaca, dengan gelombang yang besar. Selain itu sangat mungkin pula ada gangguan dari kapal-kapal nelayan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini