Hiu Paus Terdampar Mati di Pantai Kulonprogo, BKSDA Ambil Sampel

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 28 Februari 2020 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 510 2175652 hiu-paus-terdampar-mati-di-pantai-kulonprogo-bksda-ambil-sampel-lSRNm0bpPO.JPG Hiu paus terdampai di Pantai Congot. (Foto: BKSDA DIY)

KULONPROGO - Seekor ikan hiu paus (rhincodon typus), ditemukan mati dan terdampar di Pantai Congot, Temon, Kulonprogo. Bangkai ikan ini jadi tontonan warga setelah viral di media sosial.

Petugas balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY ke lokasi untuk memeriksa ikan dan mengambil beberapa sampelnya.

“Sekitar pukul 06.00 WIB, tadi ada nelayan yang melapor ke Posko TNI AL, dan berama-sama kita cek,” jelas Koordinator SAR Linmas Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko, Jumat (28/2/2020).

Saat ditemukan, ikan ini terdampar di muara Sungai Bogowonto dalam kondisi mati. Ikan diikat dengan tali agar tidak terbawa arus ke tengah. Menjelang siang, ikan ditarik ke daratan.

Kabar adanya ikan yang dikenal masyarakat dengan sebuatan ‘naga lintang’ ini menarik warga untuk berdatangan. Petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo juga ke lokasi untuk mengecek.

Ikan ini panjangnya mencapai 4,90 meter. Agar tidak rusak, petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar ikan tersebut.

“Ikannya belum bau, masih segar. Nanti bagaimana, kita menunggau dari BKSDA,” kata Aris.

Baca juga: 2 Bocah Jatuh dari Lantai 5 Rusunawa, 1 Tewas

Aris meyakini, ikan yang mati ini adalah hiu yang dalam beberapa hari muncul di pantai. Ikan juga sempat terdampar di tepian Pantai Glagah pada Minggu lalu. Sedangkan pada Rabunya kembali terdampar di Pantai Garongan, tapi berhasil kembali ke tengah laut. Hiu paus kembali muncul di Glagah, dan hari ini ditemukan mati.

“Sepertinya sama dengan yang muncul beberapa hari lalu,” ucapnya.

Tim dari BKSDA DIY yang datang langsung melakukan pemeriksaan dari luar dan dalam. Mereka mengukur panjang ikan dari berbagai sisi. Termasuk memeriksa kondisi mulut dan dubur ikan.

Petugas kemudian membedah bagian perut ikan untuk mengambil beberapa organ, seperti hati, usus dan beberapa bagian organ dalam untuk nantinya diperiksa di laboratorium.

“Kita belum bisa pastikan penyebabnya, nanti akan diperiksa di lab,” kata dokter hewan BKSDA DIY, Yuni Tita Sari.

Dari pemeriksaan awal, banyak ditemukan pasir di saluran pencernaan hiu tersebut. Kemungkinan pasir tertelan karena dalam beberapa hari ini terdampar di pantai. Sedangkan kondisi organ lainnya masih bagus.

“Kalau jenis kelaminnya betina dan ini masih tergolong kecil,” ujarnya.

Setelah dilakukan pembedahan, BKSDA menyarankan agar bangkai ikan ini dikubur. Sebab ikan yang mati merupakan ikan liar, yang bisa membawa potensi penyakit zoonosis.

“Kita sarankan untuk dikubur saja,” ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini