Wakil Presiden Iran Didiagnosis Positif Terjangkit Virus Korona

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 28 Februari 2020 00:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 18 2175303 wapres-iran-didiagnosis-positif-terjangkit-virus-korona-0XWfGaIDl2.jpg Ilustrasi antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

WAKIL Presiden Iran Masoumeh Ebtekar didiagnosis positif mengidap virus korona atau Covid-19. Ia menjadi salah satu orang yang terjangkit di tengah perjuangan Iran menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

Mengutip dari Independent, Jumat (28/2/2020), Masoumeh Ebtekar adalah satu di antara 254 orang yang terinfeksi virus korona di negara Timur Tengah. Di mana 26 orang lainnya telah meninggal dunia.

Masoumeh Ebtekar yang merupakan wakil presiden untuk urusan wanita dan keluarga lebih dikenal secara internasional sebagai juru bicara berbahasa Inggris bagi para penyandera yang merebut Kedutaan Amerika Serikat di Kota Teheran, Iran, pada 1979. Peristiwa itu memicu krisis diplomatik selama 444 hari.

Sementara pada awal pekan ini Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi juga dinyatakan positif terkena virus korona. Ia dinyatakan terjangkit setelah beberapa jam tampak tidak sehat dalam sesi konferensi pers.

Kasus-kasus virus korona atau Covid-19 di Iran meningkat 106 dalam 24 jam terakhir. Kementerian Kesehatan Iran mengumumkannya pada Kamis 27 Februari 2020.

Dilaporkan, korban meninggal di Iran akibat virus korona lebih tinggi dibanding negara mana pun, kecuali China yang menjadi tempat epidemi dimulai.

Wabah virus korona telah mendorong Pemerintah Iran membatalkan Salat Jumat di Teheran. Juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur mengatakan ada juga rencana untuk memberlakukan pembatasan di beberapa situs suci Muslim, tetapi rencana itu perlu persetujuan presiden.

Ia berbicara kepada stasiun televisi pemerintah IRNA mendesak warga Iran menghindari perjalanan yang tidak perlu di dalam negeri.

IRNA melaporkan warga negara China telah dilarang memasuki Iran. Pembatasan serupa juga sudah diterapkan oleh puluhan negara lain, termasuk AS, Rusia, Korea Selatan, dan Australia dalam upaya membendung penyebaran virus korona.

Michael Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan tingkat kematian 10 persen Iran, lima kali lebih tinggi dari China, mungkin karena kasus penyakit yang lebih ringan yang tidak diangkat.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini