Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Makam di TPU Kebon Nanas Terancam Longsor Bakal Direlokasi

Sindonews , Jurnalis-Jum'at, 28 Februari 2020 |09:55 WIB
Makam di TPU Kebon Nanas Terancam Longsor Bakal Direlokasi
Makam di TPU Kebon Nanas terancam longsor. (Foto: Sindonews/Haryudi)
A
A
A

BOGOR - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas sempat diterjang longsor. Bencana alam itu mengakibatkan 10 jenazah hilang terbawa arus sungai di Kampung Nangerang, RT 03/RW 06 Kelurahan Rangga Mekar, Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis 27 Februari 2020.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal merelokasi TPU Kebon Nanas. Rencananya, proses relokasi akan dilaksanakan Jumat (28/02/2020), disaksikan langsung Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Priyatna Syamsyah menjelaskan, TPU yang berstatus tanah wakaf itu semula memiliki luas 4.000 meter persegi. Namun lahan TPU yang persis berada di tepi Sungai Cipinang Gading (Cigading) itu kian menyusut karena sering longsor. Bahkan tak sedikit makam hilang terbawa longsor.

Baca juga: 119.268 Jiwa Terdampak Banjir di Jakarta dan Sekitarnya

"Kalau dari informasi Pak RT, longsor yang terjadi kemarin ada sekitar empat makam yang terancam, dan kondisinya sudah menggantung, sehingga kain kafan serta tulang belulang terlihat. Bahkan beberapa bulan dan tahun sebelumnya juga sempat terjadi. Akibatnya sekitar 10 makam tergerus dan jasadnya hilang terbawa arus sungai," kata Priyatna, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/2/2020).

Akibat terbawa longsor, kondisi makam yang berada di tebingan Sungai Cigading sudah tak lagi utuh. Seperti kejadian hari ini, ada dua makam yang kain kafannya tampak menyembul dari tebing tanah.

Pihaknya menyarankan makam yang rawan longsor perlu dipindahkan ke lokasi yang lebih layak.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement