Polda Jambi Ungkap Kasus Investasi Bodong Sapi Perah

Azhari Sultan, Okezone · Selasa 03 Maret 2020 03:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 340 2177164 polda-jambi-ungkap-kasus-investasi-bodong-pembelian-paket-susu-sapi-perah-3ex10pqBrf.jpg Ilustrasi Penipuan Investasi (foto: Okezone)

JAMBI - Investasi bodong tidak hanya berupa uang saja. Di Jambi terungkap ada investasi bodong (fiktif) dengan modus pembelian paket sapi perah yang beroperasi di Ponorogo, Jawa Timur.

Dari hasil penyelidikan ditemukan kurang lebih 3.700 orang menjadi korban tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh CV Nas Sejahtera dengan kerugian diperkirakan sekitar Rp116 milliar.

Baca Juga: Polisi Bongkar Kasus Dugaan Investasi Bodong Mirip Memiles di Medan 

"Saat ini tim Krimum Polda Jambi telah melakukan pengamanan terhadap 2 orang pelaku tindak pidana penipuan, yakni AH (36) dan AS (25) di wilayah Kota Jambi," ungkap Kabid Humas Polda Jambi Kombes Kuswahyudi Tresnadi, Senin (2/3/2020).

Dia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sejak Juni 2017. Kejadian itu bermula, saat terlapor datang ke kantor tempat kerja pelapor di KUA Sungaibahar, Kabupaten Muarojambi, Jambi. Saat itu, pelapor langsung ditawari oleh terlapor bahwasanya ada usaha (investasi) yang sangat menguntungkan.

"Investasi yang ditawarkan oleh terlapor, yaitu Investasi dibidang peternakan sapi modern yang terletak di Ponorogo, Jawa Timur," ujarnya.

Mulanya, pelapor belum merasa tertarik, namun setelah 1 bulan pelapor bertemu VHM yang merupakan marketing di kantor cabang CV Nas Sejahtera di Kantor KUA, Sungaibahar.

Selanjutnya, pada 17 Agustus 2017 dibuatkan surat kontrak kerja sama kemitraan. Saat itu, pelapor langsung memberikan uang sebesar Rp15 juta.

Hasilnya, sampai bulan Desember 2017 pelapor mendapatkan hasil yang disepakati. Dinilai tidak ada kendala, pada tanggal 17 Agustus 2019, mereka membuat surat kontrak kerja sama kemitraan.

Saat itu, pelapor kembali berinvestasi dengan uang sebesar Rp264.975.000. Sampai di sini, pelapor masih juga menerima profit sebanyak 4 kali.

Namun, setelah bulan Januari 2020 sampai sekarang, pelapor tidak lagi terima profit dari hasil investasi tersebut. Tidak terima dengan kerugian yang dialaminya, korban langsung melaporkan ke Mapolda Jambi untuk ditindaklanjuti.

"Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp130.375.000," tegas Tresnadi.

Baca Juga: Berkas Perkara Investasi Bodong Memiles Dilimpahkan ke Kejaksaan 

Tidak hanya itu, dari hasil penyelidikan ditemukan kurang lebih 3.700 orang menjadi korban tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh CV Nas Sejahtera.

"Bila dihitung, kerugian ribuan warga yang bergabung di investasi bodong tersebut vdiperkirakan sekitar Rp116 miliar," tegas mantan Kapolres Tanjungjabung Barat ini.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku kini sudah diamankan di Polda Jambi untuk penyelidikan lebih lanjut.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini