Ketua Komisi Anti Korupsi Malaysia Latheefa Koya Mundur

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 18 2179359 ketua-komisi-anti-korupsi-malaysia-latheefa-koya-mundur-4XRASQeAm7.jpg Latheefa Koya. (Foto/Twitter)

KUALA LUMPUR – Latheefa Koya pada Jumat, (6/3/2020) mengajukan mundur sebagai kepala Komisi Anti Korupsi Malaysia.

Latheefa akan menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Senin pekan depan kepada Perdana Menteri Malaysia yang baru Muhyiddin Yassin.

"Itu keputusan saya sendiri untuk melakukan itu. Spekulasi bahwa tekanan yang diberikan kepada saya tidak berdasar. Saya akan kembali sebagai pembela hak asasi manusia," katanya, Jumat mengutip Strait Times.

Latheefa ditunjuk untuk memimpin Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) pada Juni tahun lalu oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Baca juga: PM Malaysia Muhyiddin Yassin: Saya Bukan Pengkhianat

Baca juga: Mahathir Sebut Muhyiddin Yassin Bukan PM Malaysia yang Sah

Pengunduran dirinya menyusul keruntuhan koalisi Pakatan Harapan (PH) Mahathir pada 24 Februari, setelah kehilangan mayoritas di Parlemen.

Muhyiddin, yang didukung oleh Umno dan Parti Islam Se-Malaysia dalam aliansi Perikatan Nasional, dilantik sebagai perdana menteri oleh Raja Malasyia Yang Di-Pertuang Agong.

Latheefa menambahkan bahwa dia telah bertemu dengan Muhyiddin pada Kamis 5 Maret dan menjelaskan keputusannya untuk pergi.

"Kami melakukan diskusi. Saya juga memberi tahu Perdana Menteri soal tindakan dan upaya kami yang untuk memulihkan uang 1MDB yang dibawa ke luar negeri. Ia sepenuhnya mendukung tindakan ini," katanya, merujuk pada kekayaan yang berdaulat mendanai 1Malaysia Development Berhad.

Latheefa pada Januari menayangkan rekaman suara dalam jumpa pers yang ia sebut sebagai bukti persekongkolan tingkat tinggi untuk menutupi aksi kejahatan kasus 1MDB. Saat ini, mantan perdana menteri Najib Razak menghadapi sidang untuk kasus korupsi itu.

Di tengah proses persidangan, Najib menyangkal semua tuduhan.

Dalam sesi wawancara, Rabu, Najib mengatakan jatuhnya pemerintahan yang mengalahkan dia dalam pemilu akan membuat persidangan berjalan lebih adil.

Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, yang menuntut Najib dan mantan anggota UMNO, juga mundur dari jabatannya pada pekan lalu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini