Kronologi Bentrok Ojol dan Debt Collector di Sleman Yogyakarta

Agregasi KR Jogja, · Jum'at 06 Maret 2020 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 510 2178988 kronologi-bentrok-ojol-dan-debt-collector-di-sleman-yogyakarta-cca8ri9WyR.jpg Ilustrasi bentrok. (Foto: Shutterstock)

SLEMAN – Massa pengemudi ojek online (ojol) bentrok dengan kelompok dari debt collector (DC) kawasan Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu 4 Maret 2020. Buntut dari insiden ini, sebanyak ribuan driver ojol pada Kamis 5 Maret mendatangi Mapolsek Depok Timur, Sleman, DIY, untuk mengikuti proses mediasi antara pihak ojol, DC, serta kepolisian.

Kapolres Sleman AKBP Rizki Febriansyah mengatakan, kronologi kejadian tersebut bermula ketika terjadi salah pengertian antara pengemudi ojol yang merasa kantornya digeruduk DC. Menurut dia, para pengemudi lantas melakukan aksi solidaritas dan terus berdatangan hingga akhirnya tersulut emosi.

Baca juga: Ojol dan Debt Collector Terlibat Bentrokan di Sleman Yogyakarta 

Padahal, ujar Rizki, di dalam kantor pengelola ojol tersebut yang berada di Ruko Casa Grande sedang terjadi mediasi.

"Teman-teman ojol ini salah sangka, dikira kantornya diserang, padahal ada mediasi dan mereka (DC) datang memang bersama-sama. Kemudian banyak yang melakukan aksi solidaritas, meski sebenarnya mungkin tidak tahu duduk permasalahannya, namun karena solidaritas ya datang ke sini," ungkapnya, Kamis 5 Maret 2020, seperti dikutip dari KRJogja.

Melihat situasi tidak kondusif di depan kantor ojol tersebut, polisi lantas menarik mediasi ke Mapolsek Depok Timur yang jaraknya tidak terlalu jauh. Meski begitu, massa ojol yang jumlahnya sudah ribuan tetap melakukan aksi solidaritas menuntut penuntasan kasus dugaan kekerasan yang dialami salah satu rekan pengemudi.

"Sebenarnya bukan pengeroyokan, tapi penganiayaan pun tidak ada luka-luka berat. Dari situ ada mediasi mereka (ojol), namun karena datangnya bersama-sama, dikira kantornya diserang," ungkapnya.

Ia mengatakan, polisi berjanji akan menindaklanjuti hasil mediasi apabila memang ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

"Karena itu kami minta teman ojol yang korban, entah yang dirampas maupun yang dianiaya, untuk melapor. Ada beberapa kasus ini makannya kita telaah satu-satu agar jelas," jelasnya.

Baca juga: Polisi Buru Debt Collector yang Bentrok dengan Ojol di Rawamangun 

Kejadian bermula ketika LA melihat dua DC berboncengan motor menghampiri rekannya dan memaksa menyerahkan motornya pada Selasa 3 Maret 2020 sekira pukul 18.00. Melihat perbuatan semena-mena kedua DC terhadap temannya itu, korban berhenti untuk menanyakan apa yang terjadi.

"Rekan saya menjawab, motornya mau ditarik. Kemudian saya bilang, jika mau menarik harus ada surat penarikan," jelas LA ketika dikonfirmasi wartawan.

Mendengar perkataan korban, kedua DC itu lantas menghubungi rekan-rekannya agar datang. Korban sempat menyuruh temannya agar pergi, namun rekannya itu memilih berada di lokasi kejadian di Jalan Wakhid Hasyim, Condongcatur, Depok, Sleman.

Di tempat itulah korban diduga dikeroyok sekira 10 orang DC.

(han)

1
1
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini