SLEMAN – Massa pengemudi ojek online (ojol) bentrok dengan kelompok dari debt collector (DC) kawasan Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu 4 Maret 2020. Buntut dari insiden ini, sebanyak ribuan driver ojol pada Kamis 5 Maret mendatangi Mapolsek Depok Timur, Sleman, DIY, untuk mengikuti proses mediasi antara pihak ojol, DC, serta kepolisian.
Kapolres Sleman AKBP Rizki Febriansyah mengatakan, kronologi kejadian tersebut bermula ketika terjadi salah pengertian antara pengemudi ojol yang merasa kantornya digeruduk DC. Menurut dia, para pengemudi lantas melakukan aksi solidaritas dan terus berdatangan hingga akhirnya tersulut emosi.
Baca juga: Ojol dan Debt Collector Terlibat Bentrokan di Sleman Yogyakarta
Padahal, ujar Rizki, di dalam kantor pengelola ojol tersebut yang berada di Ruko Casa Grande sedang terjadi mediasi.
"Teman-teman ojol ini salah sangka, dikira kantornya diserang, padahal ada mediasi dan mereka (DC) datang memang bersama-sama. Kemudian banyak yang melakukan aksi solidaritas, meski sebenarnya mungkin tidak tahu duduk permasalahannya, namun karena solidaritas ya datang ke sini," ungkapnya, Kamis 5 Maret 2020, seperti dikutip dari KRJogja.