Warga Tapanuli Utara Digegerkan Penemuan Bayi Laki-Laki Berusia 2 Bulan

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 608 2179158 warga-tapanuli-utara-digegerkan-penemuan-bayi-laki-laki-berusia-2-bulan-HtcmRyIpNU.jpg Penemuan bayi laki-laki di Tapanuli Utara. (Foto: Polres Taput)

TAPANULI UTARA – Marsaulina Boru Nababan (52), warga Sitiotio Simpang Huta Bagasan, Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, digegerkan adanya bayi laki-laki di samping rumahnya. Peristiwa itu tepatnya terjadi pada Kamis 5 Maret 2020 sekira pukul 20.15 WIB.

Kasubbag Humas Kepolisian Resort Taput Aiptu Walpon Baringbing mengatakan saksi menemukan bayi itu ketika hendak membuang sampah. Di sampingnya ada kantong plastik hitam berisi selembar kertas, botol susu, dan perlengkapan bayi.

Baca juga: Warga Kalbar Digegerkan Penemuan Bayi Dalam Kardus di Pinggir Jalan 

"Marsaulina Boru Nababan keluar dari rumah hendak membuang sampah ke belakang rumahnya dan dia terkejut melihat ada seorang bayi terletak di samping rumahnya. Bayi tersebut bergerak-gerak sambil menangis dan terbungkus kain gendongan dengan rapi," ungkap Walpon kepada Okezone, Jumat (6/3/2020).

Ia menjelaskan, saksi kemudian memberitahukan penemuan bayi itu kepada para tetangga. Mereka kemudian berdatangan untuk melihatnya.

Setelah itu warga melaporkan penemuan bayi ini ke Polsek Siborongborong, kemudian dilanjutkan ke Polres Taput.

Baca juga: Warga Tambora Geger Penemuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah 

Polisi yang mendapat laporan kemudian langsung melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas orangtua si bayi.

"Bayi sehat. Polisi segera membawanya ke Puskesmas Paniaran guna perawatan. Di tempat kejadian perkara, polisi menemukan surat yang ditulis di selembar kertas," jelasnya.

Adapun surat tersebut berisi:

Bapak/ibu yang menemukan bayi ini, saya minta tolong. Tolong rawat bayi saya. Saya tidak bisa mengasuhnya, karena saya hidup sebatang kara.

Saya hanyalah seorang korban perkosaan orang jahat yang tak mau bertanggung jawab atas perlakuannya dan juga saya tidak kenal sama dia. Saya tidak mampu mengasuh bayi ini, karena saya tidak kerja apa-apa, selain meminta-minta. Saya juga enggak punya tempat tinggal. Saya mau masukkan bayi ini ke panti asuhan, tapi tidak diterima karena saya tidak punya data diri.

Saya tidak punya KTP dan tak punya Kartu Keluarga juga. Sekali lagi, tolong asuh anak saya ini. Karena saya benar-banar tidak mampu. Saya sayang sama bayi ini, saya tidak mau membuat dia hidup menderita dengan saya. Sekarang dia lagi sakit, lihat kepalanya. Bayi ini lahir tanggal 27 Desember 2019, Namanya MA agama Islam.

Baca juga: Kasus Inses di Pasaman, Orangtua Sempat Curiga Perilaku Anaknya 

Walpon mengatakan, hingga kini bayi tersebut masih dirawat di Puskesmas Paniaran, Kecamatan Siborongborong.

Polisi sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Taput untuk perawatan bayi itu ke depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini