Pendaki yang Tewas di Gunung Batur Sempat Dilarang Berangkat oleh Ibunya

Agregasi Balipost.com, · Senin 09 Maret 2020 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 244 2180517 pendaki-yang-tewas-di-gunung-batur-sempat-dilarang-berangkat-oleh-ibunya-nNXGSeQlZQ.jpg Gunung Batur, Kintamani, Bali. (Foto: Wikipedia.org)

GIANYAR – IBAEAM (23), pendaki yang tewas terjatuh ke jurang Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, ternyata sempat dilarang berangkat oleh sang ibu. Dia dilarang ikut mendaki karena cuaca sedang buruk.

"Kemarin sempat saya larang saat mau berangkat, tetapi katanya dia sudah janji sama teman-teman untuk mendaki," ungkap Ida Ayu Sri Winten di Gria Kelodan Lingkungan Pasdalem, Gianyar, Minggu 8 Maret 2020, dikutip dari Balipost.

Baca juga: Seorang Pendaki Tewas Terjatuh ke Jurang di Gunung Batur Bali 

Ia mengatakan, jasad anak pertamanya itu masih dititipkan di Ruang Jenazah Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar. Terkait prosesi pengabenan, diperkirakan dilangsungkan setelah hari pegat uwakan.

"Prosesinya belum pasti kapan, yang pasti nanti habis pegat uwakan, dan akan dilakukan di gria ini," ungkapnya.

Sementara kakak sepupu korban, Ida Bagus Ananda Manuaba mengatakan sudah mengetahui bahwa adiknya ini akan berangkat mendaki bersama delapan temannya. Ia mengungkapkan bahwa ini pertama kali adiknya mendaki gunung.

Baca juga: Komplotan ABG Lempari Mobil di Bali Ternyata Juga Terlibat Pencurian 

"Keluarga tahu jam 11 tadi malam, dia minta izin mendaki sama ibunya. Sudah dilarang, tapi bersikeras mendaki. Kemudian temannya jam 5 pagi tadi menghubungi ibunya bahwa adik saya jatuh di lereng gunung," paparnya.

"Belum dievakuasi saat itu, dan dievakuasi sekitar jam setengah 6 oleh petugas. Saat itu juga adik saya sudah dinyatakan meninggal," tegasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini