Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prajurit TNI Korban Penembakan KKSB Dapat Kenaikan Pangkat Anumerta

Chanry Andrew S , Jurnalis-Senin, 09 Maret 2020 |18:20 WIB
 Prajurit TNI Korban Penembakan KKSB Dapat Kenaikan Pangkat Anumerta
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

MIMIKA - Negara memberikan kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi, kepada Sertu La Ongge, anggota Kodim 1710 Mimika yang gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Senin (9/3/2020).

Komandan Kodim 1710 Mimika, Letkol Inf. Pio L. Nainggolan mengatakan, jenazah Sertu La Ongge akan dimakamkan di kampung halamannya di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pihak Kodim 1710, telah berkoordinasi dengan Kodim Baubau dan pihak keluarga untuk rencana keberangkatan dan pemakaman jenazah.

 Baca juga: Sertu La Ongge Terkena Tembak KKSB Usai Berwudhu

Menurut Letkol Inf. Pio, Sertu Ongge merupakan anggota Kodim 1710 Mimika yang telah bertugas selama 22 tahun mengabdi menjadi TNI. Saat ini Sertu Ongge bertugas di Koramil 1710-05.

"Jenazah akan di terbangkan ke Baubau kampung halamnnya. Kami sudah koordinasi dengan Dandim Baubau bahwa korban akan dimakamkan di Baubau, besok pagi akan diterbangkan ke Baubau," kata Letkol Pio L. Nainggolan, di Timika, Senin (9/3/2020).

Letkol Pio menambahkan, korban akan dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi menjadi serka anumerta.

"Atas jasanya yang tengah bertugas korban dinaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi menjadi serka anumerta," kata dia.

 Baca juga: Koramil Jila Papua Ditembak Kelompok Bersenjata

Sebelumnya diberitkan, Sertu La Ongge, gugur tertembak KKSB. Sertu La Ongge terkena pantulan tembakan saat berwudu untuk salat subuh. Sebelumnya korban sempat menjalani perawatan di UGD RSUD Mimika. Sertu La Ongge tiba di RSUD pada pukul 10.50 WIT, Senin (9/3/2020), namun nyawanya tidak tertolong.

Letkol Pio menjelaskan, target penembakan adalah Pos Pamrahwan. Penembakan terjadi pada pukul 05.10 WIT. Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena jauhnya jarak dengan rumah sakit dan terkendala cuaca.

Sertu La Ongge sedang berwuduh untuk salat subuh saat penembakan. Nahas, dia terkena pantulan atau rekoset amunisi.

"Jadi saya luruskan, yang terjadi itu penembakan, bukan penyerangan, korban terkena rekoset amunisi di telinga bagian kiri, korban sempat mendapat perawatan namun tidak tertolong," Kata Letkol Pio.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement