Saleh mengatakan, pemerintah tidak boleh mengesampingkan persoalan DBD di Nusa Tenggara Timur (NTT), apalagi jumlah warga yang yang terserang penyakit itu kini sudah mencapai 2.826 orang dan 33 diantaranya meninggal dunia.
"Kalau dihitung jumlah kesakitan yang ditimbulkan oleh DBD ini kan lebih besar (dibanding korona), karena itu pemerintah tidak boleh memalingkan wajahnya dari persoalan itu. Jadi pemerintah harus bersungguh-sungguh mengatasi itu," tuturnya.
Baca juga: 15 Warga Jabar Meninggal Akibat DBD pada Awal Tahun Ini
Karena itu, politikus PAN ini menegaskan, pemerintah pusat harus segera melakukan langkah strategis dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait. Agar pemerintah daerah yang kesulitan dalam menangani kasus DBD bisa dibantu secara cepat oleh pemerintah pusat.
"Jadi ini penting, supaya kebutuhan mendesak yang dibutuhkan daerah untuk mengatasi persoalan ini bisa disiapkan oleh pemerintah pusat," tambahnya.