Kasus Viral Siswi Digerayangi Diminta Wagub Sulut Diusut Tuntas

Subhan Sabu, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 20:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 340 2181292 kasus-viral-siswi-digerayangi-diminta-wagub-sulut-diusut-tuntas-Ii4qEF7gMh.jpg Ilustrasi Pelecehan (Foto: Shutterstock)

MANADO - Kasus video viral tentang perundungan (bullying) terhadap siswi SMK di kelurahan Bolaang, Kecamatan Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara (Sulut) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sulut.

Dengan tegas Wakil Gubernur Sulut Steven O E Kandouw meminta agar kasus tersebut diusut tuntas dan tidak ada tawar menawar terkait masalah asusila itu.

"Tidak ada tawar menawar soal itu, masalah asusila, dari aspek pidana lanjut, aspek moral orang ini sudah tidak boleh diberi kepercayaan lagi, harus cari tahu, kadis pendidikan kita perintahkan supaya usut tuntas," ujar Wagub Sulut Steven O E Kandouw kepada Okezone, Selasa (10/3/2020).

Wagub
(Foto: Wakil Gubernur Sulut Steven O E Kandouw/Okezone)

Baca Juga: Viral Siswi SMA Digerayangi Temannya, Menteri PPPA: Saya Prihatin

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulut dr. Grace Punuh mengaku turut prihatin dengan kejadian tersebut sambil mencari tahu seperti apa, kenapa dia sampai jadi seperti itu kenapa sampai divideokan

"Nah, ini justru menjadi tanda awas bagi kita agar supaya guru-guru maupun kepala sekolah maupun pengawas peduli kenapa terjadi seperti itu. Apakah ada peluang di jam pelajaran, atau hal lain dan kenapa murid dijadikan seperti itu, itu juga kita akan telusuri," jelas Punuh.

Menurutnya setiap sekolah ada tata tertib siswa yang harus diikuti oleh siswa sehingga kalau ada hal lain yang mungkin bergurau atau hal lain tapi terjadi seperti ini kita harus prihatin.

"Kita harapkan nanti ada cabang dinas pendidikan akan membuat laporan resmi memang kita lihat sudah bergerak dinas pemberdeyaan perempuan dan perlindungan anak tapi untuk kita, akan panggil kepala sekolah maupun guru terlibat kenapa jadi seperti itu kronologisnya seperti apa," pungkas Punuh.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini