Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Buru Penjual Miras Oplosan yang Sebabkan 2 Pria Tewas di Bekasi

Wisnu Yusep , Jurnalis-Rabu, 11 Maret 2020 |12:32 WIB
Polisi Buru Penjual Miras Oplosan yang Sebabkan 2 Pria Tewas di Bekasi
Ilustrasi Korban Tewas Akibat Miras Oplosan (foto: Shutterstock)
A
A
A

BEKASI - Pihak kepolisian masih memburu penjual minuman keras (miras), yang menyebabkan dua orang di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi pada Minggu 8 Maret 2020 pagi meninggal dunia. Kedua korban adalah J dan A.

Keduanya meninggal setelah bersama teman-temannya minum miras oplosan di acara pernikahan. Korban merasa mual dan pusing keesokan harinya. Kedunya pun akhirnya meninggal dunia, karena miras oplosan tersebut.

Baca Juga: Pesta Miras Oplosan saat Hajatan, 2 Orang Tewas dan 8 Dirawat 

"Masih kita cari," kata Kapolsek Sukatani AKP Makmur ketika dikonfirmasi, Rabu (11/3/2020).

Infografis Okezone 

Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya masih meminta keterangan para korban yang selamat atas miras maut itu. Namun demikian, pihaknya masih menunggu para korban itu, karena masih terkulai di rumah sakit.

"(Mereka) belum bisa ingat banget masih pada pusing," kata Makmur.

Diketahui, gelaran pernikahan di Desa Sukamakmur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berujung duka. Dua orang dinyatakan meninggal dunia setelah menggelar pesta minuman keras di acara pernikahan tersebut.

Dua orang yang meninggal karena menenggak miras itu berinisial J dan A. Keduanya dan warga lain menggelar pesta miras di pesta hajatan pada Minggu 8 Maret 2020 malam.

Saat ini, masih terdapat delapan orang yang dirawat di rumah sakit akibat pesta miras tersebut. Korban pertama kali diketahui meninggal dunia pada Senin 9 Maret 2020, sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian disusul korban kedua menghembuskan nafas terkhair sekitar pukul 19.00 WIB dihari yang sama.

Baca Juga: Polisi Dalami Tewasnya 2 Pria Usai Tenggak Miras Oplosan saat Hajatan 

Polisi menduga, para pemuda ini meninggal dunia akibat miras oplosan yang dibeli sacara bersama-sama dengan jumlah cukup banyak.

"Diduga itu (miras oplosan) karena sampai sekarang orang-orang itu (korban dirawat) kalau kita tanya, belum ada yang bisa jawab secara jelas jadi masih kita dalami," ujar dia.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement