Raja Afrika Selatan Ditangkap Setelah Bobol Istana dan Mengamuk dengan Kapak

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 14 Maret 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 18 2183299 raja-afrika-selatan-ditangkap-setelah-bobol-istana-dan-mengamuk-dengan-kapak-tjZq5MhSoZ.jpg Raja Buyelekhaya Dalindyebo (tengah)

MTHATHA - Seorang raja Afrika Selatan yang juga keponakan dari mendiang Nelson Mandela, telah ditangkap setelah diduga mengamuk dengan kapak di istananya.

Buyelekhaya Dalindyebo yang dibebaskan dari penjara bersyarat pada Desember 2019, masuk ke istana Kerajaan Thembu pada Jumat dini hari (13/3/2020).

Saksi mata mengatakan Dalindyebo sedang mencari putranya, perwalian yang ditunjuk sebagai raja sementara dia berada di penjara. Juru bicara kerajaan mengatakan, wali kerajaan berhasil melarikan diri melalui jendela, tetapi istrinya terluka karena amukan sang mertua dan dibawa ke rumah sakit.

Menurut keterangan Juru Bicara Kerajaan, Pangeran Siganyeko Dalindyebo yang dilansir BBC, Sabtu (14/3/2020) raja telah menerobos masuk ke istana Bumbane Great Place, di luar kota Mthatha, Provinsi Eastern Cape, pada Jumat pagi, sekira pukul 03:00 waktu setempat.

"Dia membawa senjata seperti kapak, parang, dan juga linggis. Dia berhasil memecahkan jendela dari ruang duduk rumah utama," katanya kepada penyiar publik SABC.

"Ketika dia bergerak menaiki tangga mencari raja yang bertugas, beberapa orang berhasil mengalihkan perhatiannya dan kemudian raja yang bertugas berhasil melompat keluar dari jendela, berlari untuk ke tempat yang aman."

Raja Dalindyebo dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena penculikan, penyerangan dan pembakaran, tetapi hanya dihukum selama empat tahun setelah presiden memberikan beberapa tahanan pembebasan bersyarat awal tahun lalu.

Dia telah menculik seorang wanita dan enam anaknya, membakar rumah mereka dan memukuli empat pemuda, satu di antaranya meninggal, karena salah satu kerabat mereka tidak datang di hadapan pengadilan tradisional raja.

Dia adalah raja pertama yang dihukum karena kejahatan di Afrika Selatan sejak kekuasaan minoritas kulit putih berakhir pada 1994.

Pria berusia 56 tahun itu berasal dari klan Thembu, tempat asal Nelson Mandela, presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan.

Afrika Selatan memiliki tujuh raja yang diakui secara resmi mewakili berbagai kelompok etnis dan klan.

Sejak Raja Dalindyebo dibebaskan dari penjara, ada ketegangan dalam keluarga kerajaan Thembu dan dia menolak menemui putranya, bertindak sebagai Raja Azenathi Zanelizwe Dalindyebo. Bulan lalu, keluarga kerajaan memutuskan bahwa Azenathi harus melanjutkan sebagai wali kerajaan setidaknya untuk satu tahun lagi,

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini