Lebih jauh, Sigit menjelaskan, bahwa kebutuhan bahan pokok saat ini dipasaran cukup bagi masyarakat. Namun karena adanya kepanikan masyarakat sehingga terjadi 'panic buyying' dan menyebabkan perlu penambahan stok.
"Jadi sebenarnya mungkin bahan sembako bahan baku yang ada kalau dipergunakan dalam kondisi normal itu cukup namun, karena ada kepanikan, stok itu akan menambah jumlah yang tadinya biasa akan naik jadi 30-40 persen," terangnya.
"Karena itu atas kerjasama dengan kementerian yang ada untuk setiap saat turun ke lapangan memastikam fluktuasi harga yang ada ketersediaan barang yang ada untuk siap ke lapangan," tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.