Nyepi di Bali, Pecalang dan Prajuru Berjaga Cegah Warga Berkumpul

Agregasi Balipost.com, · Rabu 25 Maret 2020 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 25 244 2188655 nyepi-di-bali-pecalang-dan-prajuru-berjaga-cegah-warga-berkumpul-V3stjjKCAw.jpg Ilustrasi pecalang di Bali. (Foto: Dok Okezone)

MANGUPURA – Suasana Nyepi sangat terasa di wilayah Provinsi Bali. Seperti terlihat di wilayah Banjar Tegal Jaya, Dalung, Kabupaten Badung.

Sejumlah pecalang dan prajuru banjar berjaga-jaga serta melakukan patroli ke sejumlah tempat di sana. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi berkumpulnya warga dan menjaga situasi kondusif usai penundaan pengarakan ogoh-ogoh pada malam pengerupukan.

Kelian Adat Banjar Tegal Jaya, I Gusti Ngurah Oka Suradarma, mengatakan pengerahan pecalang dan prajuru banjar ini bertujuan mengantisipasi berkumpulnya warga, khususnya anak-anak muda.

Ia menuturkan, dengan merebaknya wabah corona virus disease (Covid-19) di Bali, sejumlah tradisi dalam perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1942 dilakukan dengan membatasi orang yang berpartisipasi. Bahkan ada pelaksanaan tradisi yang dibatalkan sesuai imbauan pemerintah.

"Imbauan tersebut kita harus taati. Tradisi memang penting. Adat, budaya, dan agama memang penting. Cuma ada yang lebih penting lagi yakni kesehatan dan keselamatan kita dan warga semua," paparnya, Selasa 24 Maret 2020, dikutip dari Balipost.

Hal inilah yang membuat pihaknya menerjunkan sejumlah pecalang dan prajuru banjar sebagai langkah antisipasi agar situasi di sana tetap kondusif.

Dengan pelarangan pengarakan ogoh-ogoh, kata dia, dikhawatirkan membuat generasi muda melampiaskannya dengan berkumpul di balai banjar maupun tempat lain dan membuat acara sendiri.

"Siapa tahu ogoh-ogohnya sudah disetop, dia melampiaskannya," ucapnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini