Motif Pelaku Pembacokan Satu Keluarga di Purwakarta Mengincar Harta Korban

Mulyana, Okezone · Kamis 23 April 2020 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 525 2203566 motif-pelaku-pembacokan-satu-keluarga-di-purwakarta-mengincar-harta-korban-vhBr7dgsbB.jpg Pelaku pembacokan satu keluarga di Purwakarta. (Foto: Mulyana/Okezone)

PURWAKARTA – Pelaku pembacokan satu keluarga yang berprofesi sebagai perawat di RT 36 RW 09 Kampung/Kelurahan Munjuljaya, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akhirnya ditangkap anggota Ditreskrimum Polda Jabar dan Reserse Polres Purwakarta. Pelaku yakni Ags (24) yang merupakan tetangga korban.

Kapolres Purwakarta AKBP Indra Setiawan mengatakan pelaku ditangkap sehari setelah melakukan pembacokan terhadap korban. Pelaku diamankan saat sedang bertransaksi di salah satu toko modern yang berada di sekitar Griya Asri, Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta.

Baca juga: Satu Keluarga di Purwakarta Jadi Korban Pembacokan Orang Tak Dikenal

"Pelaku, kita lumpuhkan kaki kanannya, karena saat penangkapan melakukan perlawanan," ujar Indra saat menggelar jumpa pers, Kamis (23/4/2020).

Adapun motif pelaku ingin mengambil harta benda korban. Modus operandi yang dilakukan yakni pada Selasa 21 April 2020, sekira pukul 03.00 WIB, tersangka Ags mendatangi rumah korban.

Pelaku mematikan sakelar utama listrik. Lalu masuk ke rumah korban dari bagian belakang.

Kemudian pelaku yang membawa sebilah golok memanjat tembok dan masuk ke rumah korban. Selanjutnya pelaku mengambil uang korban yang ada di dompet sebesar Rp650 ribu.

Rumah satu keluarga di Purwakarta korban pembacokan. (Foto: Mulyana/Okezone)

Tidak puas hanya mendapat uang, pelaku kemudian memasuki kamar depan dengan tujuan mencari ponsel.

Ketika hendak mengambil ponsel itu, korban Krw yang berprofesi sebagai perawat di RSUD Bayu Asih terbangun. Kemudian korban berteriak meminta tolong.

"Karena aksinya diketahui, pelaku panik lalu menyabetkan goloknya ke arah korban. Setelah itu secara membabi buta pelaku menyerang korban," ujar Indra.

Korban yang terkena sabetan golok pelaku jumlahnya tiga orang. Terdiri dari pasangan suami-istri DL (35) dan Krw (35) serta anak perempuannya. Akibat aksi pelaku, korban mengalami luka bacok yang cukup parah.

Akibat perbuatan tersebut, pelaku Ags akan dijerat Pasal 365 Ayat (2) tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Satu Keluarga Tenaga Medis di Purwakarta

Secara terpisah, pelaku Ags mengaku melakukan aksi curas ini akibat himpitan ekonomi. Sebab sejak sebulan terakhir, dirinya dirumahkan akibat wabah virus corona.

"Dulu saya kerja proyek di Jakarta. Tapi karena corona, saya diberhentikan dan menganggur," ujar Ags sambil tertunduk lesu.

Ags mengatakan, meskipun tetangga, dirinya tidak mengenal keluarga korban. Tetapi, dia mengincar korban karena melihat rumahnya paling bagus di antara tetangga lainnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini