Polisi Tangkap 2 Penjual Miras Oplosan yang Tewaskan 6 Orang

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 25 April 2020 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 519 2204685 polisi-tangkap-2-penjual-miras-oplosan-yang-tewaskan-6-orang-YSKrdHZWsB.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

LAMONGAN - Kepolisian mengamankan dua orang yang diduga memproduksi minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan enam orang saat menggelar pesta miras di dua tempat berbeda pada.

Kedua orang ini yakni RP penjual miras, warga Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan dan NH warga Desa Jatirejo, Kecamatan Tikung, sebagai rekan usaha RP.

Kapolres Lamongan, AKBP Harun membenarkan pihaknya telah menangkap dua orang pelaku terkait produksi miras oplosan tersebut. Kepolisian sendiri telah menetapkan tersangka kepada keduanya berdasarkan hasil uji laboratorium dari sampeliras yang dijual tersangka.

"Benar ada dua tersangka yang kita amankan. Penetapan tersangka dilakukan setelah ada alat bukti yang didapat dari hasil uji laboratorium sampel miras yang dijual tersangka," ujar Harun, saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2020).

Menurutnya, kandungan miras oplosan dari hasil uji laboratorium yang diracik kedua orang ini memiliki kandungan cairan metanol yang cukup tinggi hingga mencapai 28 persen. Padahal cairan metanol sendiri merupakan cairan yang kerap digunakan untuk pembersih lantai.

"Dari hasil laboratorium kandungan alkohol atau metanolnya hanya dua persen, yang tinggi metanolnya sampai 28 persen, metanol sendiri kan untuk cairan pembersih lantai. Itu sangat berbahaya kalau diminum," jelasnya kembali.

Adanya cairan metanol inilah lanjut Harun yang menjadi penyebab mengapa setidaknya enam orang tewas akibat miras oplosan dalam sepekan terakhir di dua lokasi berbeda di Lamongan.

"Dari beberapa perkara kemarin itu campurannya berbeda - beda, ada minuman bersoda, ada minuman stamina, tapi dampaknya sama. Makanya kita ambil kesimpulan minuman utamanya, lalu kita lakukan uji lab dan hasilnya memang sangat berbahaya dan tidak layak dikonsumsi," paparnya kembali.

Dari kedua orang tersebut Polres Lamongan, berhasil mengamankan 115 botol miras dari tersangka RP dan 1,5 liter miras jenis arak jawa yang juga dijualnya.

Sebelumnya, warga Lamongan dibuat gempar dengan enam orang tewas akibat miras oplosan di dua tempat berbeda. Pada Rabu malam 15 April 2020 misalnya tiga orang tewas usai menenggak miras oplosan yang dilakukan di Sekretariat LA Mania.

Berjarak beberapa hari, tepatnya pada Minggu malam 19 April 2020 tiga orang juga dinyatakan tewas usai melakukan pesta miras oplosan di sebuah jalan desa di Desa Botohputih, Kecamatan Tikung.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini