Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Diminta Dengarkan Warga Sultra Terkait 500 TKA China

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Kamis, 30 April 2020 |14:36 WIB
Pemerintah Diminta Dengarkan Warga Sultra Terkait 500 TKA China
Foto: Ilustrasai
A
A
A

JAKARTA - Gubernur Sulawesi Utara (Sultra) Ali Mazi bersama anggota DPRD menolak kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) secara bergelombang. Pasalnya, mereka datang di tengah pandemi Covid-19.

Merespon hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR R Saleh Daulay meminta pemerintah mendengarkan dan memenuhi aspirasi DPRD, pemerintah provinsi, dan masyarakat Sulawesi Tenggara yang tegas menolak masuknya TKA di masa pandemi covid-19 ini.

Apalagi, lanjut Saleh, TKA yang berjumlah 500 orang tersebut diketahui berasal dari China. Hal ini tentu akan menimbulkan perasaan khawatir dan takut di tengah masyarakat.

“Apa yang disampaikan Gubernur, DPRD Provinsi, dan masyarakat itu murni sebagai aspirasi berkenaan dengan penanggulangan covid-19. Diyakini bahwa masuknya orang asing ke Indonesia sangat potensial membawa virus corona. Apalagi, TKA tersebut berasal dari China, epicentrum pertama sekali virus Corona ini,” kata Saleh kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Saleh menuturkan, wajar saja bila pemerintah daerah dan masyarakat tentu sangat khawatir, mengingat penyebaran covid-19 di Indonesia belum mereda. Apalagi berdasarkan grafik penyebarannya masih menunjukkan pertambahan orang yang positif corona semakin banyak. “Yang meninggal juga semakin banyak,” tutur Saleh.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement