Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Saatnya Hentikan Operasional KRL Commuter Jabodetabek

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2020 |21:53 WIB
Saatnya Hentikan Operasional KRL Commuter Jabodetabek
Masih terjadi penumpukan penumpang KRL di masa PSBB Jabodetabek (foto: Okezone)
A
A
A

TIGA penumpang KRL Commuter Line dinyatakan positif virus corona atau Covid-19. Ini merupakan temuan baru bagi moda tranportasi, khususnya KRL Commuter Line. Empat kepala daerah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) bereaksi atas kasus tersebut. Mereka kembali berkirim surat ke Kementerian Perhubungan, meminta segera evaluasi operasional KRL Commuter Line Bogor-Jakarta.

Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, KRL selama ini dianggap aman-aman saja dari virus covid-19. Namun nyatanya, Minggu (3/5/2020) malam, publik dihebohkan dengan cuitan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melalui postingan di akun Instagram pribadinya Minggu (3/5/2020) malam.

"Baru saja mendapatkan kabar tiga penumpang KRL Bogor-Jakarta dinyatakan positif Covid-19. Transportasi publik dan kerumunan jadi pusat penyebaran virus dari Orang Tanpa Gejala" tulis Bima. Ketiganya bekerja di DKI Jakarta. Dua warga DKI dan satu Kabupaten Bandung Barat.

Kasus ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat, mengingat KRL Commuter Line merupakan salah satu moda transportasi terpadat, dengan jumlah pengguna rata-rata setiap hari kerja mencapai 979.853 pengguna. Bahkan awal 2020 mencapai rekor jumlah pengguna terbanyak yang dilayani dalam satu hari mencapai 1.154.080.

Stasiun kereta

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, dengan adanya temuan baru di KRL ini, Pemkot Bogor meminta kepada PT KAI maupun PT KCI untuk lebih konsisten dalam upaya menerapkan social dan physical distancing para penumpang kereta.

Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengajukan beberapa opsi kepada Kementerian Perhubungan, mulai dari memperketat kembali aturan operasional KRL hingga menyediakan transportasi antar jemput bagi karyawan di sektor dikecualikan PSBB yang masih bekerja. "Idealnya setop (operasional KRL) total. Tapi kuncinya harus ada dievaluasi," tegas Bima.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement