14 WNI Korban Perbudakan di Kapal China Jalani Karantina di Korsel

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 07 Mei 2020 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 18 2210536 14-wni-korban-perbudakan-di-kapal-china-jalani-karantina-di-korsel-JCqi7cbPLL.jpg Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi. (Foto: iNews TV)

JAKARTA – Empat belas anak buah kapal (ABK) WNI yang diduga mengalami perlakukan tidak manusiawi di atas kapal penangkap ikan China yang merapat di Busan, Korea Selatan saat ini tengah menjalani karantina dan akan dipulangkan ke Indonesia dalam waktu dekat.

Dalam wawancara dengan iNews TV pada Kamis (7/5/2020), Duta Besar Republik Indonesia di Seoul, Umar Hadi mengatakan bahwa ke-14 ABK WNI yang tiba di Busan dengan kapal penangkap ikan Tiongkok, Tian Yu 8 pada bulan lalu.

Kepada aparat Korea Selatan, mereka memberikan keterangan dan pengaduan mengenai perlakuan tidak manusiawi dan eksploitasi yang diterima selama bekerja di kapal berbendera China Long Xin 629, sebelum dipindahkan ke Tian Yu 8.

Setibanya di Busan, Ke-14 ABK WNI harus menjalani karantina selama 14 hari sesuai dengan peraturan pemerintah Korea Selatan di masa pandemi Covid-19, sehingga tidak dapat langsung dipulangkan ke Indonesia.

Karantina yang mereka jalani di satu hotel di Kota Busan itu dijadwalkan berakhir hari ini.

“Karantinanya berakhir hari ini jadi dalam waktu dekat juga kita sedang urus agar mereka bisa pulang ke Indonesia,” jelas Dubes Umar Hadi.

Lebih lanjut Dubes Hadi menjelaskan bahwa waktu kepulangan para ABK WNI itu bergantung pada jadwal penerbangan dari Korea Selatan ke Indonesia, yang tidak setiap hari ada. Dia juga mengatakan bahwa saat ini KBRI Seoul masih menunggu proses karantina berakhir.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak di Jakarta mengenai proses kepulangannya.” Sebelumnya KBRI Seoul telah memulangkan 11 ABK WNI kapal China pada 24 April 2020.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini