Namun, peningkatan kasus virus corona memberi tekanan pada fasilitas medis di beberapa wilayah Jepang.
What you need to know about the antiviral drug remdesivir and COVID-19. https://t.co/M8ZYQPRU2s pic.twitter.com/q4rqANsC3q
— USA TODAY (@USATODAY) May 1, 2020
Pejabat Kementerian Kesehatan Jepang belum tahu berapa banyak pengiriman pertama obat remdesivir yang akan mereka terima.
Gilead mengatakan sedang dalam diskusi dengan beberapa perusahaan, termasuk pembuat obat generik di India dan Pakistan untuk memproduksi remdesivir dalam jumlah besar.
Remdesivir, yang sebelumnya gagal sebagai pengobatan untuk Ebola, dirancang untuk menonaktifkan kemampuan beberapa virus agar tidak berkembang di dalam sel yang terinfeksi.