Kabupaten Aceh Besar yang bertetangga dengan Banda Aceh juga banjir seperti di Keutapang, Mata Ie, Ajun, Garot. Masyarakat di sana telah mengungusi ke SDN Keutapang.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Lhok Nga, Leupung dan Lhoong, Aceh Besar. Selain banjir, beberapa kawasan dilanda longsor.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Darwati Abdul Gani mengatakan, menurut informasi diperoleh dari timnya, longsor terjadi di Gunung Geureutei, Gunung Paroe dan Gunung Kulu. Dia mengingatkan agar pengendara yang melintas di Jalan Lhok Nga-Meulaboh berhati-hati.
Faktor Pemicu Banjir
Sementara Wakil Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh, Teuku Muhammad Zulfikar menilai, banjir parah yang melanda Banda Aceh dan Aceh Besar hari ini akibat tata kelola lingkungan yang buruk, di antaranya sistem drainase belum terkoneksi baik.
“Pada zonasi yang bergantung pada sungai, aliran air hujan terkadang tidak dapat dialirkan langsung ke sungai akibat tingginya intensitas hujan dan bersamaan dengan pasangnya air laut. Ketiga, penumpukan sedimen dan sampah dalam sistem drainase,” ujarnya kepada Okezone.
Selain kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan pemeliharaan saluran drainase, menurut Zulfikar, banjir juga dipicu akibat masih berlangsungnya proses pembalakan liar (ilegal logging) terutama di sejumlah lokasi hulu sungai di Aceh Besar.
(Salman Mardira)