Sok Jago Tantang Polisi di Medsos, Pria Ini Kini Tertunduk Lesu

Syaiful Islam, Okezone · Rabu 13 Mei 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 519 2213599 sok-jago-tantang-polisi-di-medsos-pria-ini-kini-tertunduk-lesu-6joD4HEDMx.jpg Di medsos terlihat garang menantang polisi, tapi pria ini tertunduk lesu saat ditangkap polisi (Foto : Okezone.com/Istimewa)

SURABAYA - Saifudin (32) warga Dusun Larlar, Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menantang polisi dengan menunjukkan senjata tajam (Sajam) berupa celurit dan viral secara live streaming di media sosial facebook 'Baginda siraja tega penyebar dosa'.

Tantangan dari Saifudin terhadap jajaran Polsek Ketapang, Kabupaten Sampang, bermula usai ditegur temannya bernama Bahrul supaya tidak membawa sajam.

Tak mengindahkan saran dari Bahrul, pelaku nekat membuat video live streaming melalui akun facebook pada 28 April 2020. Dalam video, pelaku mengancam polisi Sampang dengan kalimat lawan nih aku "Tokang tattak dheri Larlar" (tukang bacok dari Larlar) sambil menodongkan Sajam celurit.

"Setelah dilakukan penyelidikan, kami langsung menangkap pelaku di rumahnya  pada munggu 10 Mei 2020 dini hari," ujar Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang, Rabu (13/5/2020).

Proses penangkapan sempat alot lantaran keluarga menghalangi untuk mengelabuhi petugas supaya tersangka tidak lolos dari persembunyian di rumahnya.

"Keluarga mengaku jika pelaku tidak ada di rumah. Karena kami tidak percaya, akhirnya ditemukan dan ditangkap setelah dilakukan pengecekan di dalam ruangan," paparnya.

Hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang bukti senjata tajam milik tersangka berupa 1 buah pisau, 1 buah celurit, 1 buah parang dan 1 buah pistol mainan.

Baca Juga : Korban Paedofil dan Penculikan Anak Dapat Bimbingan Psikologis dari Kementerian PPPA

Menurut Riki, tersangka Saifudin yang menantang polisi dengan celurit merupakan residivis setelah terlibat tindak pidana kriminal pembunuhan pada 2017 lalu di daerahnya.

"Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12/Drt/1951 dengan ancaman pidana selama-lamanya 10 tahun penjara," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini