Pembacokan Ibu Muda dan Balitanya Akibat Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 15 Mei 2020 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 512 2214331 pembacokan-ibu-muda-dan-balitanya-akibat-cinta-bertepuk-sebelah-tangan-cNRotg2Cns.jpg Polisi mengungkap kasus pembacokan ibu muda dan anak balitanya di Temanggung. (Foto: Taufik Budi/Okezone)

TEMANGGUNG – Pembacokan terhadap ibu muda dan anak balitanya di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dilatarbelakangi kisah cinta bertepuk sebelah tangan. Pelaku nekat melakukan tindakan keji itu karena korban hendak memutuskan cintanya.

Korban adalah Er (25), warga Desa Tleter, RT 02 RW 01, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung; serta anaknya NVA (5). Er saat ini masih belum sadar dan masih dirawat di RST Magelang, sementara anak balitanya meninggal dunia.

Baca juga: Diduga Cinta Terlarang, Ibu Muda dan Anaknya Dibacok OTK 

Sementara pelaku diketahui bernama Sup (38) alias Gareng, warga Desa Tleter, RT 01 RW 01, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Buruh pembuatan batako itu belum pernah memiliki catatan hukum.

"Tersangka marah karena korban tidak mau bercerai dengan suaminya dan tidak mau menikahi tersangka dan mau memutuskan hubungan dengan tersangka," kata Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali, Kamis 14 Mei 2020.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 13 Mei, sekira pukul 04.30 WIB. Pelaku masuk ke rumah korban setelah memastikan kondisi aman. Dia pun harus menunggu nenek korban keluar rumah untuk melaksanakan Salat Subuh.

"Tersangka menunggu nenek korban pergi Salat Subuh, lalu masuk ke rumah korban," jelas Ali.

Setelah mengunci pintu rumah, pelaku bertemu perempuan idamannnya. Dia pun menanyakan tentang kelanjutan hubungan asmara keduanya. Namun, korban tidak memberikan jawaban yang memuaskan hingga memicu kemarahan pelaku.

Baca juga: Polisi Ringkus Pembacok Ibu Muda dan Anaknya di Temanggung 

"Kemudian memukul korban Er sebanyak delapan kali ke arah kepala dan memukul korban NMA sebanyak dua kali ke arah kepala dengan menggunakan palu," ungkapnya.

Atas kejadian itu, Er menderita cedera berat di kepala hingga dilarikan ke RST Magelang untuk mendapatkan perawatan. Sementara NMA yang dirawat di RSUD Temanggung meninggal dunia pada pukul 16.45 WIB.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini