Ini Penjelasan Ahli Forensik soal Penyebab Kematian Hakim Jamaluddin

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Jum'at 15 Mei 2020 21:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 15 608 2214822 ini-penjelasan-ahli-forensik-soal-penyebab-kematian-hakim-jamaluddin-vfP4HjQruD.jpg dr Mistar. (Foto: Okezone.com/Wahyudi A)

MEDAN – Persidangan kasus dugaan pembunuhan hakim Jamaluddin, kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (15/5/2020).

Agenda persidangan adalah pemeriksaan ketiga tersangka, serta seorang saksi ahli, yang merupakan dokter forensik yang mengautopsi jenazah hakim Jamaluddin.

Tidak seperti pada persidangan sebelumnya yang digelar secara virtual lewat telekonfrensi, hari ini persidangan dilakukan dengan menghadirkan ketiga terdakwa. Ketiganya adalah Zuraida Hanum (41), yang merupakan istri korban; M Jefri Pratama alias Jefri (42) dan M Reza Fahlevi (28).

Ketiganya dihadirkan dengan mengenakan alat pelindung diri, berupa setelan baju hazmat putih, sarung tangan dan masker. Mereka bahkan sempat mengenakan pelindung wajah.

(Foto: Okezone.com/Wahyudi Aulia)

Sementara hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan penasihat hukum mengenakan masker. Begitu pula dengan sejumlah saksi ahli yang dihadirkan pada perkara ini.

Baca juga: Presiden Jokowi: Kita Harus Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Para tersangka dihadirkan secara langsung karena masing-masing akan diperiksa sebagai terdakwa, sekaligus sebagai saksi untuk terdakwa lainnya. 

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Erintuah Damanik itu, juga diperiksa dokter ahli forensik dari RS Bhayangkara Medan, dr. Mistar Ritonga.

Dalam keterangannya di depan majelis hakim, Mistar menyebut hakim Jamaluddin meninggal dunia akibat kekurangan oksigen ke paru-paru. Hakim Jamaluddin juga mengalami luka lebam di bagian wajah dan leher.

“Korban mati lemas karena kekurangan oksigen. Udara terhambat masuk ke saluran pernapasan luar, yakni dari hidung dan mulutnya,” ucap dia.

Mistar juga mengungkapkan jika korban meninggal dunia kurang dari 6 jam sebelum dia terakhir kali makan. Kesimpulan itu didapat dari makanan yang tersisa di lambung korban.

"Kita masih menemukan sisa makanan di lambung korban. Secara teori kedokteran forensik, artinya dia meninggal dunia kurang dari 6 jam sebelum makan terakhir," jelasnya.

Sebelumnya, Zuraida, Jefri dan Reza didakwa telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan pidana Pasal 340 KUHPidana dan Pasal 338 KUHPidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHPidana. JPU menyatakan mereka telah melakukan pembunuhan berencana terhadap hakim Jamaluddin.

Pembunuhan ini bermula dari problem rumah tangga antara terdakwa Zuraida Hanum dengan Jamaluddin. Zuraida kemudian menghubungi Jefri untuk membantunya menghabisi hakim Jamaluddin. Jefri kemudian mengajak Reza untuk untuk membantunya.

Pembunuhan itu terjadi rumah yang didiami Jamaluddin dan Zuraida di Perumahan Royal Monaco Blok B pada Kamis malam 28 November 2019 lalu.

Usai dibunuh, jasad hakim Jamaluddin dibuang di areal perkebunan sawit Dusun II, Desa Sukadame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang. Warga setempat menemukan jasad korban terbujur kaku di lantai bangku tengah mobil Toyota Prado dengan nomor polisi BK78HD yang biasa digunakan korban.

(qlh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini