Sesosok Jasad Bayi Ditemukan di Belakang Rumah Kos, Polisi Amankan Sang Ibu

krjogja.com, · Senin 18 Mei 2020 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 512 2215954 sesosok-jasad-bayi-ditemukan-di-belakang-rumah-kos-polisi-amankan-sang-ibu-ZjgzPcGKWt.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

PURWOREJO - Bau busuk yang disangka bangkai binatang berujung kasus hukum. Bagaimana tidak, aroma tak sedap tersebut ternyata berasal dari jasad bayi yang dikubur di belakang rumah kos di RT 01 RW 08 Kelurahan Sindurjan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Senin (18/5/2020).

“Sudah sejak sehari terakhir tercium bau tidak sedap, kami kira ada bangkai binatang, jadi menanyai perempuan penghuni kos,” tutur warga setempat, Yonos, sebagaimana dikutip dari Krjogja.

Yono menuturkan warga sempat curiga dan menduga perempuan berstatus janda itu dalam kondisi hamil. Namun beberapa hari terakhir perut yang bersangkutan terlihat sudah mengecil.

Warga menelisik ke kamar kos dan mendapati bekas ceceran air ketuban di salah satu kamar. “Perempuan itu belum mengaku, lalu kami telusuri ke belakang dan ditemukan gundukan. Ketika digali isinya jasad bayi dalam kantung plastik. Kami melapor ke polisi,” ucapnya.

Baca Juga: Jasad Dua Bayi Kembar Ditemukan di Tumpukan Sampah

Wakapolsek Purworejo Iptu Edi Winawan mengatakan, petugas yang berjaga di Posko Ketupat Candi Plasa Purworejo mendapat laporan dan langsung menuju lokasi kejadian. Petugas menemukan jasad dan mengevakuasinya ke RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo.

Polisi meminta keterangan ibu korban dan mendapat pengakuan bahwa bayi keluar dari perutnya setelah ia jatuh di kamar kos.

“Pengakuannya bayi sudah meninggal saat dilahirkan dan sempat dibiarkan di kamar. Lalu GE bingung dan panik sehingga menguburkan jasad di belakang rumah kos,” terangnya.

“Sementara ibunya diamankan dan kami menunggu hasil otopsi tim DVI Biddokes Polda Jateng. Belum ada tersangka untuk peristiwa itu,” tandasnya.

Baca Juga: Kasus Jasad Bayi di Kardus Sepatu, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Lebih lanjut polisi kini masih menyelidiki kemungkinan ada tidaknya tindak pidana yang menyebabkan korban tewas, atau bayi itu memang meninggal ketika dilahirkan.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini