Habib Bahar Kembali Ditangkap?

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 525 2216226 habib-bahar-kembali-ditangkap-BcG4qqeDZM.jpg Habib Bahar bin Smith (foto: Okezone.com)

BANDUNG - Habib Bahar bin Smith dikabarkan kembali ditangkap oleh pihak kepolisian. Hal tersebut, setelah sebuah video penangkapan Habib Bahar tersebar di media sosial, Selasa (19/5/2020).

Penangkapan Habib Bahar diposting oleh akun twitter DPP Lembaga Informasi Front. "Breaking news, jam 02.00 ini Habib Bahar kembali di tangkap," tulis akun tersebut.

Dalam penangkapan tersebut, puluhan polisi terlihat berjaga-jaga di lokasi yang belum diketahui. Nampak juga Habib Bahar tengah bernegosiasi dengan kepolisian, agar masuk dulu ke rumahnya.

Dalam percakapan tersebut, seseorang meminta kepada HabibBahar, untuk dibawa guna dimintai keterangan.

"Malam hari ini juga saya balik ke lapas, siap. Saya mau menyerahkan diri, saya enggak bakal kabur," kata Habib Bahar.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes S. Erlangga mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya kabar penangkapan Habib Bahar kembali.

"Belum ada info soal itu," kata Erlangga, saat di konfirmasi di waktu yang sama.

Hingga saat ini, Okezone belum mendapatkan pernyataan dari pihak kuasa hukum Habib Bahar bin Smith terkait beredarnya video penangkapan tersebut.

Habib Bahar bin Smith diketahui baru bebas dari Lapas Pondok Rajeg, setelah majelis hakim sendiri memvonis Bahar hukuman 3 tahun penjara atas perbuatannya menganiaya dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Vonis hakim lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Bogor yang menuntut 6 tahun penjara.

Bahar mendapatkan program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Bahar bebas dari Pondok Rajeg, pada Sabtu 16 Mei 2020.

Baru beberapa jam bebas, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat menegur Habib Bahar yang kembali berceramah dengan mengundang massa. Bahar saat ini masih dalam tahap pengawasan karena berstatus asimilasi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini