Kemudian, ada sekitar lima rumah yang mengalami rusak cukup parah karena tembok rumahnya jebol, di antaranya rumah milik Jomo, Arozi, Rusunah, Apong, Badi Usman yang dinding rumahnya rusak parah. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya saja warga mengalami kerugian materil," ungkapnya.
Meski banjir sudah surut, namun masih menyisakan persoalan. Pasalnya, sejumlah rumah warga rusak dan perabotan rumahnya rusak.
Ditambahkan Hera, Dinas Sosial sudah mendatangi lokasi, dan mendata rumah-rumah yang terdampak banjir, Ia berharap kepada dinsos untuk warga yang terkena dampak berat agar mereka diberikan tenda dan selimut, karena semuanya perabotan rumah tangga mereka dalam keadaan rusak.
"Bahkan, sembako juga banyak rusak dan tidak bisa diselamatkan," tutupnya.
Diketahui bahwa sebelumnya curah hujan yang tinggi mengakibatkan naiknya volume sungai kelingi yang membentang di Kota Lubuklinggau. Dari pantauan petugas di lapangan, tingginya curah air kelingi menyebabkan beberapa rumah kebanjiran seperti di kelurahan Ulak Surung, Sidorejo, Lubuklinggau Ulu dan beberapa titik di sepanjang aliran sungai kelingi.