"Dirinya sebagai warga merasa kehilangan guru pengajar ngaji dan imam masjid, karena waktu akan menunaikan shalat tarawih tidak ada. Kami, tidak menyangka MT sebagai terduga teroris dan warga juga tentu terpukul meskipun dalam sehari-hatinya baik dan juga humoris," ungkap Mira.
Saat penggeledahan terlihat belasan petugas Densus 88 masuk kedalam rumah MT, sementara sejumlah petugas Polres Tasikmalaya Kota bersenjata lengkap mengamankan beberapa alat bukti berupa sejumlah pipa paralon ukuran kurang dari satu meter yang digunakan untuk menyimpan peta, 5 alat komunikasi Halky Talky (HT), matras, laptop, buku, alat penerangan dan ransel yang berada di rumahnya, dan semua barang bukti dibawa ke mobil Inafis Polres Tasikmalaya Kota.
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri berhasil mengamankan seorang pria berinisial MT (38), di kawasan rumah elit Perum Bumi Sentra Mas Blok F3 Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa sore (19/5).
Tim Densus dibantu petugas dari Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, anggota Sabhra serta anggota lainnya tadi siang langsung melakukan penggeledahan rumah terduga teroris tersebut dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti pada Rabu (20/5).
"Selama ini kita mengenal pria itu sebagai ustaz atau guru ngaji. Sudah lama ada 7 tahun diam bersama keluarganya di sini di rumah inventaris perumahan. Setiap harinya di sini sebagai imam masjid, guru ngaji dan semua kegiatan-kegiatan di masjid," jelas salah seorang Satpam yang bertugas menjaga perumahan, Nana (50), kepada wartawan, Rabu siang.