nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ter Ater, Tradisi Lebaran di Madura yang Lestari Meski Lagi Pandemi Corona

Syaiful Islam, Okezone · Minggu 24 Mei 2020 04:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 24 519 2218750 ter-ater-tradisi-lebaran-di-madura-yang-lestari-meski-lagi-pandemi-corona-1pMuTZQq3o.jpg Ilustrasi (Okezone)

SURABAYA – Masyarakat di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur memiliki tradisi ter ater dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Meski masih dalam pandemi Covid-19, tapi tradisi dengan membagikan makanan pada keluarga dan tetangga ini masih tetap ada.

Salah satunya seperti dilakukan masyarakat di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Mereka membagikan nasi berlauk ayam, minuman dan kue pada tetangganya. Sehingga semakin mempererat tali silaturrahmi antar tetangga.

Biasanya yang mengantarkan makanan anak kecil seusia 8 tahun sampai 12 tahun. Kemudian anak itu akan mendapatkan angpao dari warga yang diberi makanan tersebut. Tradisi ini sudah ada sejak dulu, dan sampai sekarang masih ada.

Namun belakang tradisi ter ater tidak hanya dilakukan pas Lebaran. Tetapi tradisi Ter Ater mulai dilakukan sejak hari ke-20 Ramadan sampai hari H. Sehingga setiap hari ada warga yang Ter Ater artinya bergantian.

"Tradisi Ter Ater ini sudah ada sejak dulu. Jadi setiap lebaran saya selalu Ter Ater makanan ke sanak keluarga dan para tetangga," terang salah satu warga di Desa Langkap, Dewi Fatima.

Menurutnya, dengan melakukan Ter Ater bisa semakin mempererat tali silaturrahmi dirinya dengan para tetangga. Sehingga hubungannya dengan para tetangga dan keluarga semakin guyub.

"Dulu kalau Ter Ater pas hari H Lebaran, jadi ketika lebaran banyak makanan bahkan sampai tidak kemakan, karena saking banyaknya. Tapi sekarang tidak demikian. Ter Ater sekarang seperti bergantian dimulai hari ke-20 Ramdan," paparnya.

Sehingga makanan yang dianterkan oleh para tetangga termakan, karena tidak berbarengan. Dirinya berharap tradisi Ter Ater ini terus ada sampai kapan pun. Sebab banyak manfaatnya.

"Saya berharap tradisi ini tetap lestari. Karena banyak tradisi-tradisi lain yang dulu ada sekarang tidak ada. Makanya tradisi Ter Ater ini saya berharap terus ada," tandasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini