Melihat Sholat Id Berjamaah di Masjid Bersejarah di Malang

Sindonews, Sindonews · Minggu 24 Mei 2020 11:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 24 519 2218854 melihat-sholat-id-berjamaah-di-masjid-bersejarah-di-malang-HXGoXg2Y7F.JPG Salat Idul Fitri di Malang. (Foto: Sindonews.com/Yuswantoro)

MALANG - Suasana sepi sangat terasa dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Kota Malang. Masjid Agung Kota Malang, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu jamaah, kini tampak berbeda.

Hampir seluruh peserta Sholat Id, mampu ditampung di dalam salah satu masjid bersejarah ini. Hanya sebagian kecil jamaah saja yang terpaksa harus menjalankan ibadah di kawasan Alun-alun Merdeka, karena kondisi masjid yang sudah penuh.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Sholat Id di Masjid Agung Kota Malang, selalu dipenuhi jamaah. Bahkan, peserta salat akan meluber sampai memenuhi Alun-alun Merdeka, Jalan Basuki Rachmad, termasuk di depan Gereja Hati Kudus Yesus, dan Gereja Imanuel.

"Tahun ini memang kami batasi peserta Salat Idul Fitrinya. Kami hanya menyiapkan sesuai kapasitas masjid saja, sekitar 1.000 orang. Kalau biasanya peserta Sholat Id bisa mencapai 35 ribu orang," ujar Ketua Takmir Masjid Agung Kota Malang, KH. Zainudin.

Selain jumlah jamaah yang terbatas, protokol kesehatan juga dengan ketat diterapkan selama pelaksanaan Sholat Idul Fitri. Tiga buah bilik sterilisasi diaktifkan di depan masjid. Selain itu juga disediakan tempat cuci tangan.

Baca juga: Ribuan Warga Jombang Sholat Id di Jalan, Panjang Shaf hingga 1 Kilometer

Bahkan, peserta salat juga saling menjaga jarak sesuai ketentuan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Mereka semua dianjurkan mengenakan masker. "Protokol kesehatan kami terapkan, sesuai aturan pemerintah," tegas Wakil Ketua Takmir Masjid Agung Kota Malang, KH. Abdul Azis.

(Foto: Yuswantoro)

Dia juga mengatakan, pelaksanaan Sholat Idul Fitri tahun ini juga dilaksanakan lebih awal. Biasanya shoat baru dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Kali ini, sholat sudah dimulai pukul 05.45 WIB.

"Biasanya memang sekitar pukul 07.00 WIB baru dimulai, karena ada upacara sambutan-sambutan termasuk sambutan Wali Kota Malang. Kali ini tidak ada upacara itu, sehingga pelaksanaannya bisa lebih awal. Bahkan, khotbahnya juga lebih singkat," ungkapnya.

Selepas sholat, juga tidak digelar acara halal bihalal seperti tahun-tahun sebelumnya. Jamaah langsung diimbau untuk pulang, dan tidak bergerombol di kawasan Alun-alun Merdeka. Jamaah hanya melaksanakan silaturahmi secukupnya, tanpa berjabat tangan.

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji juga telah mengeluarkan imbauan agar umat muslim tidak melaksanakan Sholat Idul Fitri di masjid maupun lapangan. "Kami imbau agar Salat Ied dilaksanakan di rumah masing-masing," tuturnya.

(qlh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini