"Jika penguasaan teknologi saja lebih dari 60 persen bermasalah, maka bagaimana kita bisa berharap guru menghadirkan PJJ yang menyenangkan dan berkualitas?" imbuhnya.
Ramli mengatakan, Kemdikbud harus membuka mata bahwa realitas pembelajaran jarak jauh bagi para siswa masih bermasalah. Ia pun menyebut Kemendikbud tak mempunyai upaya menuntaskan masalah rendahnya kemampuan guru melaksanakan PJJ.
"Dan karena itu, IGI siap mengambil tanggungjawab itu dengan syarat Kemdikbud memberikan tanggungjawab itu secara resmi ke IGI," tuturnya.
Ia menambahkan, tahun ajaran baru digeser pada tahun depan juga bisa dimanfaatkan Kemendikbud untuk fokus meningkatkan kompetensi guru selama enam bulan ke depan.
"Agar di bulan Januari sudah bisa menyelenggarakan PJJ berkualitas dan menyenangkan jika ternyata Covid-19 belum tuntas," tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.