"Protokol kesehatan Covid-19 tetap kita jalankan di sekolah. Sehingga tidak ada lagi kekhawatiran bagi orang tua murid soal penularan di lingkungan sekolah," jelasnya.
Disdikbud akan menerapkan masa evaluasi selama 8 pekan jika kegiatan sekolah dibuka kembali. Yakni, 2 minggu sebagai masa transisi awal, lalu disusul siklus 1 selama 4 minggu, dan terakhir siklus 2 selama 2 minggu.
"Kalau ada kasus Covid-19, maka sekolah tutup kembali, sesuai keputusan gugus tugas. Jika sudah aman dan sekolah masuk maka mulai lagi dari siklus 1," ungkapnya.
Guna mengurangi jumlah siswa di kelas, maka kemungkinan para peserta didik di masing-masing sekolah akan dibagi menjadi 2 hingga 3 kelompok. Mereka nantinya mengikuti kegiatan di sekolah secara bergantian.
"Tentu, siswa dibagi menjadi dua atau tiga kelompok. Pada saat satu kelompok belajar di sekolah, maka kelompok lain belajar di rumah," terangnya.