Penyaluran Bansos, Mensos Minta Pemda Terapkan Protokol Kesehatan

Furqon Munawar, iNews · Jum'at 29 Mei 2020 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 525 2221299 penyaluran-bansos-mensos-minta-pemda-terapkan-protokol-kesehatan-gDuN4pyy0b.jpg (Foto: Ilustrasi Okezone)

BOGOR - Guna memastikan penyaluran bantuan sosial berkenaan dengan program jaring pengaman sosial Covid-19 Menteri Sosial (Mensos) RI, Juliari P. Batubara memantau langsung sekaligus berdialog dengan warga para penerima bantuan.

Kali ini, Mensos Juliani P. Batubara didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memantau penyaluran dana bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi di Kota Bogor berlangsung di Kelurahan Cilendek Barat Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. (Kamis, 28/05/2020).

Dalam kesempatan tersebut Mensos meminta seluruh pemerintah daerah tetap konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada saat pendistribusian bantuan sosial.

"Tugas saya kelapangan setiap hari untuk memastikan kegiatan penyaluran dana bantuan sosial bagi warga terdampak telah sesuai dengan harapan dan tetap menjalankan protokol kesehatan," ujar Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara yang didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim disela peninjauan.

Menurut Mensos, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih konsisten menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan penyaluran bantuan sosial.

"Kita tidak ingin, mentang-mentang ini kegiatan penyaluran bansos terlihat berkerumun. Kita lihat bersama, Pemkot Bogor sudah baik sekali lantaran bisa mengatur antrean warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat bantuan sosial ini," katanya.

Saat ini, sedikitnya ada 575 warga terdampak Covid-19 yang antri bergiliran di Kelurahan Cilendek Timur. Mereka semua, terdata di Kementerian Sosial sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyebut, dari total kuota sebanyak 23 ribu warga penerima manfaat bantuan sosial, saat ini tinggal tersisa 10 ribu yang belum menerima bantuan.

Jumlah sisa tersebut, hingga saat ini masih dalam tahapan penyortiran. Sebab, di lapangan banyak ditemukan penerima ganda atau dua orang penerima bantuan dalam satu keluarga.

"Dari total kuota 23 ribu KPM itu masih tersisa sekitar 10 ribu warga penerima manfaat bansos dari pemerintah yang belum tersalurkan. Banyak temuan di lapangan bahwa penerima manfaat dari bansos yang tidak tepat sasar. Oleh karena itu, ke depan kami akan terus melakukan filter penerima bantuan sosial agar tepat sasaran," tambahnya.

Dalam kunjungan Mensos kali ini, selain Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim turut hadir dalam kunjungan Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Anggraeny Iswara, Camat Bogor Barat, Juniarti Estiningsih beserta aparat wilayah setempat.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini