Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tertangkap Kamera Lakukan Perusakan dalam Kerusuhan AS, Pria Bertato Peta Indonesia Minta Maaf

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 01 Juni 2020 |13:11 WIB
Tertangkap Kamera Lakukan Perusakan dalam Kerusuhan AS, Pria Bertato Peta Indonesia Minta Maaf
Foto: Facebook.
A
A
A

PHILADELPHIA – Seorang pemuda dengan tato Indonesia yang tertangkap kamera berusaha memecahkan kaca toko dalam kerusuhan terkait kematian George Floyd di Philadelphia, Amerika Serikat (AS) telah menyatakan penyesalan dan meminta maaf atas perbuatannya.

Melalui akun Facebooknya, Rainey Arthur Backues mengatakan bahwa dia mulanya tidak bermaksud untuk ikut dalam kerusuhan dan berusaha melakukan penjarahan. Namun, dia mengaku terbawa emosi yang akhirnya berujung pada upaya penjarahan yang membuatnya fotonya jadi viral di media sosial.

“Saya awalnya memulai hari saya dengan pergi naik sepeda setiap hari, dan saya pergi melalui Center City, berakhir di protes. Ini membantu menjelaskan mengapa saya tidak menutupi identitas saya di foto,” tulis Backues di Facebook.

“Pada awalnya, saya hanya ingin mendokumentasikan cerita Instagram saya tentang apa yang saya lihat untuk mereka yang ada di rumah. Tetapi, ketika malam berlalu, saya mulai merasakan kemarahan gabungan dari pembunuhan George Floyd dan perasaan energi di hadapan ketidakadilan polisi nasional dari kerusuhan yang merebak di dalam diri saya.

“Bahkan hari ini, saya masih merasakan hasrat sakit hati yang disebabkan oleh ketidakadilan rasial yang sering diarahkan pada orang kulit berwarna, termasuk saya sendiri. Emosi ini sangat dalam,” jelasnya.

Foto: Ist.

Backues yang mengaku bukan warga negara Indonesia, kemudian meminta maaf atas perbuatannya yang memberikan citra buruk pada gerakan Black Lives Matter (BLM), yang memprotes kekerasan dan rasisme sistemik terhadap warga kulit hitam, dan pada komunitas warga Indonesia di Philadelphia.

“Saya sekarang menyesal bahwa kemarahan dan dorongan saya yang dibenarkan untuk tidak tinggal diam terlalu cepat berubah menjadi gerakan untuk menghancurkan properti. Berdemonstrasi tidak sama dengan kehancuran. Karena itu, sekarang saya ingin meminta maaf kepada gerakan BLM dan juga kepada para pemrotes yang secara sah menunjukkan ketidaksetujuan mereka dengan ketidakadilan yang kita saksikan sekarang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement