“Karena salah satu tato saya menunjukkan pulau-pulau Indonesia (saya adalah warga negara AS yang dinaturalisasi, tetapi saya lahir di pulau Jawa), saya juga ingin meminta maaf kepada masyarakat Indonesia di Philadelphia,” tambahnya.
Dia juga mengklarifikasi dirinya tidak terlibat dalam penjarahan dan telah mengambil pelajaran dari kejadian yang terjadi.

Foto: Facebook.
“Akhirnya, untuk memperjelas, saya harus memperjelas bahwa, walaupun saya dengan bodohnya memasang selfie yang memegang sepatu ke telinga saya di Instagram Story saya, saya tidak menjarahnya dan juga tidak membawa pulang apa pun.
“Jalanan dipenuhi dengan pakaian dan sepatu dan saya pikir itu akan menekankan jumlah penjarahan yang terjadi jika saya berpose dengan mereka dengan cara ini. Saya sekarang menyesal memposting foto-foto itu.
“Sekali lagi, saya meminta maaf kepada semua komunitas yang telah terkena dampak negatif dan malu. Saya bersedia bertanggung jawab penuh atas tindakan saya. Saya telah belajar banyak dari kejadian ini,” tutupnya.
Sejak pecah di Minneapolis pada Selasa (27/5/2020), kerusuhan di AS telah meluas ke berbagai kota dan negara bagian di negara itu, memaksa beberapa wilayah memberlakukan keadaan darurat dan mengerahkan pasukan garda nasional. Demonstrasi memprotes kematian Floyd juga telah digelar di negara-negara lain termasuk Inggris dan Australia.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.