Pertama Kali dalam 30 Tahun, Peringatan Tragedi Tiananmen Dilarang Digelar di Hong Kong

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 18 2223176 pertama-kali-dalam-30-tahun-peringatan-tragedi-tiananmen-dilarang-digelar-di-hong-kong-avRUsr98kd.jpg Ribuan orang ambil bagian dalam peringatan 30 tahun Tragedi Lapangan Tiananmen di Victoria Park, Hong Kong, 4 Juni 2019. (Foto: Reuters)

HONG KONG - Polisi Hong Kong telah melarang acara peringatan kejadian Lapangan Tiananmen, dengan alasan kekhawatiran akan kemungkinan penyebaran virus corona. Ini adalah pertama kalinya pihak berwenang Hong Kong melarang peringatan peristiwa Tiananmen dalam 30 tahun sejarah peristiwa itu.

Acara peringatan Insiden Lapangan Tiananmen di Hong Kong adalah acara besar. Tahun lalu panitia mengatakan 180.000 orang berkumpul di Victoria Park untuk menghadiri acara tersebut, sementara polisi memperkirakan jumlah peserta di bawah 40.000.

Diwartakan BBC, saat ini, Hong Kong dan Makau adalah satu-satunya tempat di wilayah China di mana orang dapat memperingati insiden yang menewaskan sejumlah demonstran pro-demokrasi di Beijing pada 1989 itu. Di China daratan, pihak berwenang telah melarang semua penyebutan atau referensi terkait peristiwa, yang dianggap Beijing sebagai tabu.

Namun, ada kekhawatiran dari beberapa pihak bahwa peringatan peristiwa yang terjadi pada 1989 itu akan berakhir di Hong Kong karena undang-undang keamanan nasional yang diajukan China.

Masih belum jelas apakah undang-undang kontroversial yang menargetkan subversi, pemisahan diri, dan hasutan itu akan berpengaruh pada peringatan Peristiwa Lapangan Tiananmen jika akhirnya diterapkan di Hong Kong.

Pada April 1989 pengunjuk rasa pro-demokrasi China menduduki Lapangan Tiananmen dan memulai demonstrasi politik terbesar dalam sejarah Tiongkok sejak dipimpin Partai Komunis. Para demonstran bertahan selama enam pekan, dengan sebanyak satu juta orang ambil bagian dalam unjuk rasa.

Pada malam 3 Juni, tank-tank tentara pembebasan rakyat China bergerak masuk dan melepaskan tembakan, membunuh dan melukai banyak orang tidak bersenjata di dan sekitar Lapangan Tiananmen.

Setelah itu pihak berwenang mengklaim tidak ada yang ditembak mati di lapangan itu sendiri, namun diperkirakan ratusan hingga ribuan orang tewas dalam penumpasan itu. China tidak pernah memberikan angka resmi tentang berapa banyak orang yang tewas.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini