Kepincut New Normal, 15 Daerah di Sumbar Usulkan PSBB Dihentikan

Rus Akbar, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 22:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 340 2224071 kepincut-new-normal-15-daerah-di-sumbar-usulkan-psbb-dihentikan-OwD6ZRGoZq.jfif Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Okezone)

PADANG - Sebanyak 15 kabupaten kota di Sumatera Barat tidak akan melanjukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III yang berakhir pada 7 Juni mendatang mereka ke new normal, sementara tiga daerah lainnya berencana akan memperpanjang PSBB keempat, setelah PSBB ketiga berakhir nanti.

Tiga daerah yang ingin melanjutkan PSBB ke-IV tersebut, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, sementara 15 kabupaten dan kota akan melanjutkan ke new normal, sementara Kota Bukitinggi sendiri sudah melaksanakan New Normal sejak 29 Mei lalu.

“Tiga daerah yang ingin meneruskan dikarenakan ada keterkaitan erat antara ketiga daerah ini, sehingga apabila Kota Padang masih melaksanakan PSBB maka Kabupaten Mentawai dan Padang Pariaman juga akan melakukan hal yang sama,” terang Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Rabu (3/6/2020)

Menurut Irwan, tiga daerah tersebut ingin melanjutkan PSBB karena masih belum bisa mengendalikan penyebaran covid-19. “Mereka melanjutkan karena kondisi belum bisa dikendalikan. Mereka ingin menambah waktu persiapan new normal dan tentunya menambah PSBB,” kata Irwan

Lanjut Irwan untuk 7 Juni mendatang akan disusun perencanaan melanjutkan PSBB atau yang menerapkan new normal. Sejumlah langkah-langkah mitigasi di saat covid-19 juga akan disusun. Sementara untuk 15 kabupaten kota lainnya juga menyiapkan program ke new normal dan akan dirapatkan pada 7 Juni mendatang.

Gubernur juga menjelaskan indikator yang telah diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian terkait harus dipenuhi sekaligus menjadi panduan dalam menerapkan Tatanan Baru Produktif Aman Covid-19. “Syarat dari WHO ada 6 diantaranya membuktikan bahwa penyebaran melalui transmisi lokal telah terkendali dengan baik,” ujar.

Menurutnya, tingkat kesembuhan di wilayah Sumbar cukup tinggi. “Persentase kesembuhan berada pada angka 47,39%, sedangkan tingkat kematian berkisar pada 4,35%. Ini jauh dari rata-rata nasional,” sebut Irwan.

Syarat kedua adalah sistem kesehatan masyarakat yang dapat mendeteksi, menguji, mengisolasi dan menangani setiap kasus dan melacak setiap kontak. “Ini terus kita tingkatkan, termasuk kesiapan rumah sakit maupun kemampuan laboratorium, saat ini luar biasa, Laboratorium Fakultas Kedokteran UNAND sudah bisa memeriksa sampai dengan 1.500 sampel Swab per hari,” ungkapnya.

Selanjutnya bagaimana upaya meminimalisir resiko pada tempat yang rentan terjadinya penularan, baik pada pemukiman, sekolah, pasar dan fasilitas umum lainnya.

Gubernur juga menegaskan pentingnya menetapkan langkah-langkah pencegahan khususnya pada pusat aktivitas masyarakat. “Tempat kerja, sekolah, industri maupun tempat pelayanan publik mesti siap dengan protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya.

Persyaratan lainnya menurut Gubernur adalah bagaimana mengantisipasi adanya penyebaran kasus impor yang berasal dari luar daerah. Terakhir adalah upaya untuk mengedukasi masyarakat agar senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. “Bagaimana membudayakan prilaku disiplin protokol kesehatan, agar kita bisa produktif dan aman dari Covid-19,” sebut Irwan.

Menurut Gubernur, regulasi menyangkut penerapan tatanan baru produktif aman Covid-19 telah dikeluarkan berbagai kementerian terkait, agar dipedomani dan disesuaikan dengan kondisi daerah. “Sebagai Informasi, bahwa Pemprov bersama dengan DPRD Sumbar juga sedang menyiapkan peraturan daerah tentang tatanan hidup baru yang produktif aman covid-19 dengan mempertimbangkan kearifan lokal,” pungkas Irwan.

Berikut kabupaten dan kota yang akan melanjutkan ke new normal, Kota Solok, Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar.

Sementara yang ingin menambah PSBB adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini