Adik Kim Jong-un Peringatkan Korsel Agar Hentikan Penyebaran Selebaran Anti-Korut

Agregasi VOA, · Kamis 04 Juni 2020 15:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 04 18 2224538 adik-kim-jong-un-peringatkan-korsel-agar-hentikan-penyebaran-selebaran-anti-korut-8XH3cHI0ST.jpg Kim Yo-jong. (Foto: Reuters)

SEOUL – Kim Yo Jong, adik dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memperingatkan Korea Selatan agar menghentikan para pembelot yang mengirimkan selebaran-selebaran anti Pyongyang ke zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara.

Dia mengatakan Korea Utara akan membatalkan perjanjian militer bilateral yang disepakati baru-baru ini jika kegiatan itu berlanjut.

Peringatan itu disampaikan Kim Yo Jong, yang secara tidak resmi menjabat kepala staf Kim Jong-un dalam sebauh pernyataan yang disiarkan kantor berita negara KCNA pada Kamis (4/6/2020).

Ia merujuk pada ribuan "selebaran anti-DPRK" baru-baru ini yang dibuang di sisi Utara DMZ yang dijaga ketat dengan judul "Defectors from the North". DPRK atau Republik Rakyat Demokratik Korea adalah nama resmi Korea Utara.

"Jika tindakan berniat jahat seperti itu, yang dilakukan secara terang-terangan, dibiarkan dengan dalih 'kebebasan individu' dan 'kebebasan berpendapat', pemerintah Korea Selatan tidak lama lagi akan menghadapi fase terburuk," demikian laporan KCNA yang dilansir VOA.

Kim Yo Jong memperingatkan tentang kemungkinan pembatalan perjanjian militer antar-Korea untuk menghilangkan ancaman praktis perang sebagai akibat selebaran klandestin itu. Pakta militer yang dicapai 2018 itu "hampir tidak ada artinya," katanya.

Ia juga memperingatkan Utara akan sepenuhnya mundur dari proyek industri Kaesong dan menutup kantor penghubung bersama di kota perbatasan, kecuali Seoul menghentikan tindakan semacam itu.

Laporan KCNA tidak menyebut pihak yang disalahkan dalam penyebaran selebaran itu. Tetapi komentar Kim Yo Jong muncul setelah mantan diplomat Korea Utara dan pembelot Korea Utara lainnya memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan umum Korea Selatan pada April lalu.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini