Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petugas Medis New York Ikut Turun ke Jalan Berdemonstrasi Protes Rasisme

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2020 |14:51 WIB
Petugas Medis New York Ikut Turun ke Jalan Berdemonstrasi Protes Rasisme
Foto: AFP.
A
A
A

NEW YORK - Perawat dan dokter di New York, yang dipuji sebagai pahlawan dalam upaya memerangi virus corona (Covid-19), ikut turun ke jalan mengecam diskriminasi rasial dalam sistem kesehatan masyarakat dengan bergabung dalam demonstrasi memprotes kematian George Floyd.

Dengan mengenakan masker, seragam rumah sakit dan peralatan pelindung pribadi lainnya, sekira seratus pekerja medis pada Kamis (4/6/2020) dengan singkat berjalan keluar dari Rumah Sakit Bellevue di Manhattan untuk berdemonstrasi menentang rasisme struktural di Amerika.

Mereka memegang papan bertuliskan "Perawatan kesehatan untuk semua" dan "Rasisme membunuh pasien saya". Mereka berlutut dalam diam selama delapan menit dan 46 detik, sama dengan lamanya waktu polisi Minneapolis menekan leher Floyd sebelum dia meninggal.

"Kami mengambil sumpah untuk melayani semua masyarakat, kami mengambil sumpah untuk melindungi kesehatan masyarakat dan saat ini penggunaan kekuatan yang berlebihan dan kebrutalan polisi adalah darurat kesehatan masyarakat," kata Kamini Doobay, seorang petugas medis, yang dilansir AFP, Jumat (5/6/2020).

Doobay, seorang dokter darurat di Bellevue, adalah salah satu penyelenggara protes terkoordinasi pada Kamis yang melibatkan enam rumah sakit di seluruh New York.

"Sebagai seorang profesional perawatan kesehatan yang saat ini memerangi Covid-19, saya juga terus memerangi virus rasisme," kata Billy Jean, seorang perawat yang berkulit hitam, kepada kerumunan.

Epidemi virus corona, yang menewaskan sekitar 21.000 penduduk New York City, telah secara tidak proporsional mempengaruhi komunitas minoritas, termasuk warga Afrika-Amerika.

Berdasarkan data resmi, hampir 23 persen dari mereka yang telah meninggal di seluruh Amerika Serikat adalah warga berkulit hitam, meskipun orang kulit hitam hanya 13,4 persen dari populasi negara itu.

Di New York, anggota komunitas kulit hitam meninggal dua kali lipat dari jumlah orang kulit putih.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement