Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Kejiwan Cirebon

Fathurrochman, · Senin 08 Juni 2020 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 525 2226420 densus-88-tangkap-seorang-terduga-teroris-di-kejiwan-cirebon-EslJTsJ8PL.jpg Densus 88 (foto: istimewa)

CIREBON - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap satu orang terduga teroris di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (8/6/2020). Terduga teroris tersebut adalah seorang pria berinisial A (25).

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M. Syahduddi membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, penangkapan terduga teroris itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, di Desa Kejiwan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Tim Densus 88 Mabes Polri telah melakukan penangkapan dan mengamankan seorang warga yang terduga jaringan terorisme. Atas nama A alias AH. Usia kurang lebih 25 tahun," kata Syahduddi kepada wartawan, Senin (8/6/2020).

Syahduddi menyebutkan, berdasarkan data yang diterima dari Tim Densus 88, A dicurigai terlibat dalam kelompok jaringan teroris Jamaah Ansharut Daualah (JAD). 

Ia juga menegaskan, penangkapan yang dilakukan oleh Tim Densus 88 kali ini tidak ada kaitannya dengan penangkapan terduga teroris di Lemahabang, Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu. "Sehari-hari dia tidak memiliki pekerjaan. Tidak ada kaitan dengan penangkapan di Lemahabang," tuturnya.

Setelah menangkap A, lanjutnya, Tim Densus 88 kemudian melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda. Yakni di kediaman A dan rumah orangtuanya. Dari hasil penggeledahan itu Tim Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti yang mengarah kepada aksi teror. Seperti alat komunikasi, buku-buku tentang jihad, dan senjata tajam jenis keling.

"Setelah dilakukan kegiatan penangkapan oleh Tim Densus 88, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penggeledahan. Penggeledahan diback up oleh tim Polresta Cirebon. Termasuk dari Polsek Susukan. Dari hasil penggeledahan didapati beberapa barang bukti yang mengarah pada aktivitas teror dari yang bersangkutan," ujar Syahduddi.

Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya membantu dan memback up Tim Densus 88 saat melakukan penggeledahan. Sedangkan untuk proses penangkapan, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti, perihal penangkapan tersebut akan dikembangkan seperti apa. Sebab itu adalah ranah dari Tim Densus 88.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini